Pasar Kangen TBY Hadir Lagi, Bangkitkan Nostalgia dan Ekonomi Budaya Yogyakarta

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎Jogja – Kerinduan masyarakat terhadap suasana pasar tempo dulu segera terobati. Pasar Kangen TBY 2026 kembali digelar di kompleks Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada 22–28 Juni 2026.

Mengusung tema “Ana Upaya Ana Upa”, ajang tahunan ini menghadirkan perpaduan pelestarian budaya, kreativitas masyarakat, dan penguatan ekonomi berbasis tradisi.

Kepala UPT Taman Budaya Yogyakarta, Purwiati, mengatakan tema tersebut memiliki makna bahwa setiap usaha akan menghasilkan manfaat dan penghidupan.

“Filosofi Ana Upaya Ana Upa mencerminkan semangat masyarakat untuk terus menjaga tradisi, berkarya, dan membangun kemandirian ekonomi melalui aktivitas budaya yang berkelanjutan,” ujar Purwiati saat jumpa pers di TBY, Jumat (19/6).

Purwiati mengungkapkan antusiasme masyarakat mengikuti Pasar Kangen tahun ini sangat tinggi.

“Dari 687 pendaftar yang mengikuti proses seleksi dan kurasi, kami menetapkan 294 tenant yang sesuai dengan konsep kegiatan,” katanya.

Ia merinci, “Sebanyak 165 tenant merupakan kuliner tradisional, sedangkan 129 tenant lainnya bergerak di bidang kerajinan, barang antik, dan jasa.”

Menurut Purwiati, penyelenggaraan Pasar Kangen TBY 2026 yang didukung Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana melestarikan kuliner tradisional, kerajinan, dan barang antik.

“Kami juga ingin mendukung pelaku UMKM, mempererat hubungan sosial masyarakat, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata budaya Yogyakarta,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap Pasar Kangen dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis tradisi, serta memperluas ruang partisipasi publik dalam pemajuan kebudayaan,” imbuh Purwiati.

Sementara itu, Ketua Panitia Pasar Kangen TBY 2026, Hadi Susanto, menegaskan Pasar Kangen bukan sekadar pasar rakyat.

“Ini adalah ruang pelestarian budaya yang menghadirkan pengalaman nostalgia melalui kuliner tradisional, benda-benda antik, permainan rakyat, hingga suasana pasar tempo dulu,” katanya.

Hadi menambahkan, “Selain ratusan tenant, Pasar Kangen TBY 2026 juga akan dimeriahkan penampilan 19 grup kesenian di panggung Gelar Seni selama kegiatan berlangsung.”(WAW)

Berita Terkait

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti
Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial
KKMP Demangan Sabet Juara Koperasi Berprestasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:14 WIB

Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:39 WIB

‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga

Berita Terbaru