Misi Tuan Rumah PON 2032, Banten Unjuk Gigi Lewat Diplomasi Golok Pusaka di Forum KONI

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Gubernur Banten Andra Soni menyerahkan cenderamata berupa golok pusaka Banten kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dalam rangkaian Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI 2026 dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) 2026 di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Cenderamata diserahkan melalui Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Musornaslub merupakan forum tertinggi olahraga nasional Indonesia. Salah satu agenda penting dalam forum tersebut adalah penetapan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032. Provinsi Banten bersama Provinsi Lampung menjadi dua daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032.

Ketua KONI Provinsi Banten Agus Rasyid mengatakan, cenderamata golok merupakan salah satu warisan budaya khas Banten yang memiliki nilai sejarah panjang serta filosofi kehidupan masyarakat. Golok menjadi warisan budaya Indonesia dari Banten.

Golok Banten juga menjadi simbol peradaban karena keberadaannya terus diwariskan dari generasi ke generasi dan hingga saat ini masih diproduksi oleh para perajin di Banten. Sebagai simbol kehormatan, golok sejak dahulu juga menjadi lambang martabat pemiliknya. Saat ini golok bahkan kerap dijadikan cenderamata bagi para tamu maupun pejabat yang berkunjung.

“Sebagai simbol kehormatan, seperti kita ketahui bahwa dari jaman dulu sampai saat ini golok merupakan simbol kehormatan para pemiliknya dan sekarang juga dibuat setiap ada pejabat selalu diberikan sebagai cenderamata,” katanya Agus.

Menurut Agus, ada sejumlah golok pusaka juga dihiasi emas dan batu mulia yang menunjukkan strata sosial pemiliknya. “Sebagian dari golok pusaka ada yang dikeramatkan, baik karena memiliki unsur spiritual yang terkandung di dalamnya ataupun karena jenis material langka yang disatukan pada bilahnya,” ujar Agus.(lsi)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Geger Pantai Wediombo! Warga Berburu Teri, Sekali Pulang Bawa 4 Kilogram
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Pemkab Bandung Perjuangkan Tambahan Anggaran PBI Rp50 Miliar demi Layanan Kesehatan 12 Bulan Penuh
‎HUT Kota Yogyakarta ke-270 Memanas, 118 Pelajar Taman Dewasa Ramaikan Karnaval Budaya
MRC No One Knows dan Perjalanan Panjang dari Rakit Bambu ke Gelaralam
Suahasil Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Pasar Menanti Gebrakan Bereskan Fiskal Nasional
Adu Racik Barista Lampung Meriahkan Festival Krakatau XXXV

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Geger Pantai Wediombo! Warga Berburu Teri, Sekali Pulang Bawa 4 Kilogram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Rabu, 30 September 2026 - 15:12 WIB

Pemkab Bandung Perjuangkan Tambahan Anggaran PBI Rp50 Miliar demi Layanan Kesehatan 12 Bulan Penuh

Rabu, 30 September 2026 - 12:52 WIB

‎HUT Kota Yogyakarta ke-270 Memanas, 118 Pelajar Taman Dewasa Ramaikan Karnaval Budaya

Berita Terbaru