Mentan Andi Amran Sulaiman Janji Tetapkan Harga Minimal Singkong Nasional

Rabu, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan nasib petani singkong. Bersama empat bupati dari wilayah sentra produksi singkong di Lampung, Gubernur menemui langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (9/9/2025) malam.

Gubernur dan para bupati, yakni Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, dan Bupati Mesuji Elfianah datang membawa satu misi konkret untuk mengamankan harga singkong dan masa depan petani singkong di Provinsi Lampung.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Mirza menyampaikan langsung keresahan petani singkong di Lampung akibat anjloknya harga jual di tingkat petani. Padahal, Lampung merupakan penyumbang hampir 70% produksi singkong nasional.

“Bersama beberapa bupati kami menghadap Pak Menteri, karena menghadapi permasalahan harga singkong di Provinsi Lampung yang terus turun. Saat ini kita sedang mengusahakan agar harga bisa segera distabilkan dan diseragamkan, tidak hanya di Lampung, tapi juga di seluruh Indonesia,” kata Gubernur Mirza.

Gubernur menambahkan, jika situasi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin petani akan meninggalkan singkong karena sudah tidak lagi menguntungkan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut baik laporan dari Lampung dan langsung merespon dengan langkah konkret. Ia menyatakan akan segera mengeluarkan surat resmi penetapan harga minimal singkong yang berlaku secara nasional.

“Regulasi ini harus kita kawal bersama. Saya akan buatkan surat agar harga singkong minimal sesuai regulasi harga di Lampung, sehingga petani punya jaminan harga. Kita tidak boleh membiarkan petani terus merugi,” tegas Mentan.

Selain soal harga, Mentan juga mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas singkong, agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Ia bahkan menawarkan pelatihan khusus yang akan diterapkan langsung di Lampung.

“Saya mau singkong Lampung bisa 70 ton per hektare. Saya minta Pak Sekjen memanggil tim khusus. Nanti saya ajarkan langsung supaya bisa diterapkan di Provinsi Lampung. Kita kawal regulasi sistem tata niaga singkong, petani untung, pabrik juga tidak dirugikan,” kata Amran.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa persoalan singkong bukan isu kecil. Komoditas ini menyumbang signifikan terhadap ekonomi daerah, bahkan luas lahan singkong di Lampung melampaui luas tanaman padi dan jagung.

“Kalau tata niaga singkong dibiarkan amburadul, kita kehilangan potensi ekonomi besar dan petani kehilangan mata pencaharian. Kami minta pemerintah pusat segera melakukan intervensi,” tegasnya.

Dengan langkah proaktif ini, Pemerintah Provinsi Lampung bersama kabupaten sentra singkong menunjukkan sinergi nyata untuk melindungi petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis komoditas lokal. (Nad)

Sumber: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Berita Terkait

Adhitya Yusma Perdana Dampingi Hashim Djojohadikusumo Lantik Srikandi Jaga Desa
Menko AHY Berlari 10 Kilometer Bersama Ribuan Peserta di Kostrad Run 2026
Irjen Pol Susilo Teguh Buka Pameran Lukisan Cryshnanda DL, Seni Jadi Ruang Dialog Publik
Pulau Pari Jadi Fokus Aksi Lingkungan PHI melalui Rehabilitasi Ekosistem Pesisir
Dari Soekarno hingga Prabowo, Reformasi Agraria Indonesia Dikupas Tuntas oleh Dr. Budi Suryanto
Mandat Baru dari Djakarta Theater: Srikandi Dan Mata Siber Menjaga Gizi dan Kas Desa.
Ketua DPD ABPEDNAS Lampung Rahmat Mirzani Djausal Dukung Penguatan Peran Perempuan Desa
Kisah Haru dan Penuh Makna, Film Rumah Singgah Resmi Luncurkan Teaser

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:42 WIB

Adhitya Yusma Perdana Dampingi Hashim Djojohadikusumo Lantik Srikandi Jaga Desa

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:00 WIB

Menko AHY Berlari 10 Kilometer Bersama Ribuan Peserta di Kostrad Run 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:18 WIB

Irjen Pol Susilo Teguh Buka Pameran Lukisan Cryshnanda DL, Seni Jadi Ruang Dialog Publik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:37 WIB

Pulau Pari Jadi Fokus Aksi Lingkungan PHI melalui Rehabilitasi Ekosistem Pesisir

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:29 WIB

Dari Soekarno hingga Prabowo, Reformasi Agraria Indonesia Dikupas Tuntas oleh Dr. Budi Suryanto

Berita Terbaru