Lantik 63 Pejabat, Bupati Sleman Tegaskan Meritokrasi dan Pelayanan

Rabu, 21 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Bupati Sleman Harda Kiswaya melantik 63 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di Pendopo Parasamya, Selasa (20/10/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian penataan birokrasi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Harda menegaskan, penataan jabatan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan langkah memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, dan komitmen aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Guna penerapan sistem meritokrasi, kita ingin penataan tata kelola pemerintahan yang jauh lebih baik, profesional, akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik,” jelas Harda.

Ia berharap seluruh pejabat yang dilantik mampu menjadikan amanah jabatan sebagai tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Menurut Harda, pelantikan harus dimaknai lebih dari sekadar peningkatan karier, karena setiap jabatan membawa tanggung jawab terhadap kualitas pelayanan dan kinerja pemerintahan.

“Jangan hanya memaknai pelantikan ini sebagai perubahan posisi atau peningkatan karier,” pesan Harda kepada para pejabat yang baru dilantik.

Ia meminta pejabat memperkuat integritas, meningkatkan komitmen, serta memastikan setiap kebijakan dan program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Sleman.

Harda juga mengingatkan pentingnya menerapkan nilai-nilai kepemimpinan Ki Hajar Dewantara sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan pemerintahan.

Baginya, pejabat publik harus mampu memberikan keteladanan, membangun semangat kerja bersama, dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan.

Selain integritas, Harda menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga agar program pemerintah berjalan efektif, terarah, dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh pejabat agar tidak bekerja sendiri-sendiri, sebab keberhasilan pemerintahan membutuhkan koordinasi kuat lintas organisasi perangkat daerah.

“Kita mengenal falsafah ‘Golong Gilig’, yang mengajarkan semangat persatuan yang utuh, bulat dan tanpa sekat,” tegas Harda.

Falsafah tersebut, lanjutnya, harus menjadi landasan bagi seluruh aparatur, baik yang bertugas di sekretariat, dinas, kapanewon, maupun puskesmas.

“Baik yang bertugas di sekretariat, dinas, kapanewon, maupun di puskesmas, kita adalah satu kesatuan yang tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Harda meminta para pejabat menghilangkan ego sektoral yang berpotensi menghambat koordinasi, memperlambat pelaksanaan program, serta mengurangi efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

“Hilangkan ego sektoral dan pastikan setiap langkah memberikan hasil nyata bagi masyarakat Kabupaten Sleman,” tegasnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan birokrasi tidak cukup diukur melalui struktur organisasi, tetapi juga melalui hasil kerja dan manfaat pelayanan.

Melalui penerapan sistem merit, Pemkab Sleman berupaya memperkuat pengelolaan aparatur berdasarkan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan orientasi pada kepentingan publik.

Harda berharap pejabat yang baru dilantik mampu menerjemahkan kepercayaan tersebut menjadi kinerja terukur, pelayanan responsif, serta kolaborasi yang semakin solid.

Ia menekankan, setiap aparatur memiliki peran penting dalam memastikan program pemerintah terlaksana secara optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Pelantikan 63 pejabat ini diharapkan menjadi momentum memperkuat integritas birokrasi, menyatukan langkah antarlembaga, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sleman.(ady)

Berita Terkait

Yuni Ajukan Hak Jawab, Wartawan Klaim Pegang Pengakuan Pria
Mahasiswa UMY-UII Kepung DPRD DIY, Desak Evaluasi MBG hingga Tuntaskan HAM
‎Dialog Buntu, Demo DPRD DIY Ricuh, Massa Rusak Fasilitas
Bantah Tuduhan Pencabulan, Kuasa Hukum Desak Polda DIY Gelar Perkara Khusus
Pemkab Sleman Guyur Rp125 Juta untuk Atlet Pelajar Berprestasi
UWM dan DP3AP2 DIY Bongkar Bahaya Kekerasan Berbasis Gender
Aksi Massa di Malioboro Hingga Titik 0, KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal
KA Batara Kresna Tertemper Saat CFD, KAI Beri Peringatan Keras

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Yuni Ajukan Hak Jawab, Wartawan Klaim Pegang Pengakuan Pria

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Lantik 63 Pejabat, Bupati Sleman Tegaskan Meritokrasi dan Pelayanan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:18 WIB

‎Dialog Buntu, Demo DPRD DIY Ricuh, Massa Rusak Fasilitas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Bantah Tuduhan Pencabulan, Kuasa Hukum Desak Polda DIY Gelar Perkara Khusus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Pemkab Sleman Guyur Rp125 Juta untuk Atlet Pelajar Berprestasi

Berita Terbaru

Yogyakarta

Yuni Ajukan Hak Jawab, Wartawan Klaim Pegang Pengakuan Pria

Rabu, 21 Okt 2026 - 09:11 WIB