‎Dialog Buntu, Demo DPRD DIY Ricuh, Massa Rusak Fasilitas

Rabu, 21 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari (kiri, berkacamata) saat melakukan dialog dengan massa.

Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari (kiri, berkacamata) saat melakukan dialog dengan massa.

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Dialog yang buntu memicu kericuhan dalam demonstrasi di DPRD DIY, Selasa (20/10/2026) malam. Massa melempar batu dan petasan, merusak CCTV, memecahkan lampu gantung, serta mendesak masuk gedung hingga bentrokan pecah sekitar pukul 21.30 WIB.
‎
‎Polisi mengamankan sejumlah orang, sementara beberapa peserta dan anggota polisi dilaporkan mengalami luka ringan.
‎
‎Aksi yang melibatkan FBD, BEM Nusantara, SEMA UGM, serta Forum BEM DIY (FBD) tersebut berlangsung di halaman Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta.
‎
‎Situasi memanas ketika massa mendesak masuk gedung untuk menemui anggota dewan, sementara sejumlah fasilitas dilaporkan rusak akibat tindakan peserta aksi.
‎
‎Beberapa lampu gantung di depan lobi gedung dilaporkan pecah setelah terkena lemparan, sedangkan kamera pengawas atau CCTV juga dilaporkan mengalami perusakan.
‎
‎Selain itu, muncul aksi pencoretan dinding menggunakan tulisan dan gambar tidak pantas, serta penurunan bendera di lingkungan gedung DPRD DIY.
‎
‎Kerusakan tersebut menjadi perhatian karena gedung DPRD DIY merupakan bangunan cagar budaya yang keberadaan dan kelestariannya perlu dijaga bersama.
‎
‎Di tengah situasi tersebut, Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, mengatakan pihaknya sebenarnya bersedia menerima aspirasi masyarakat melalui perwakilan.
‎
‎“Kami siap menerima aspirasi mereka, tetapi perwakilan,” ujar Andriana saat memberikan keterangan pada Selasa (20/10/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, pihaknya tidak dapat menjamin keamanan apabila seluruh massa demonstrasi diperbolehkan memasuki gedung untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.
‎
‎“Kami tidak bisa menjamin keamanan ketika mereka mau masuk ke dalam,” kata Andriana menjelaskan alasan pembatasan akses menuju ruang rapat.
‎
‎Menurut Andriana, situasi berubah ketika terdengar suara letusan dan mahasiswa mulai merangsek keluar dari area tempat mereka berkumpul sebelumnya.
‎
‎“Tahu-tahu ada terdengar dor-dor tadi, kami enggak tahu. Tahu-tahu kami ke sini ternyata teman-teman mahasiswa sudah mulai merangsek ke luar,” imbuhnya.
‎
‎Dialog Dengan Massa
‎
Sebelum kericuhan pecah, Andriana sempat menemui massa bersama perwakilan fraksi untuk membuka ruang komunikasi dan meredakan ketegangan yang berkembang.
‎
‎“Kami yang ada di sini hari ini ada lima fraksi,” kata Andriana ketika berhadapan langsung dengan peserta demonstrasi.
‎
‎Namun, dialog tersebut tidak menghasilkan kesepakatan karena massa tetap meminta akses memasuki ruang rapat DPRD dan bertemu langsung dengan anggota dewan.
‎
‎Massa juga menuntut kehadiran sedikitnya 50 persen anggota dewan serta menyatakan akan bertahan sampai tuntutan mereka mendapatkan tanggapan.
‎
‎“Izinkan kami masuk, urusan kami selesai,” teriak salah seorang peserta aksi ketika menyampaikan desakan kepada perwakilan DPRD DIY.
‎
‎Peserta demonstrasi lainnya menegaskan kesediaan mereka bertahan hingga malam apabila tuntutan belum dipenuhi oleh anggota dewan yang mereka minta hadir.
‎
‎“Kami tunggu sampai jam delapan malam ini,” tandas salah seorang peserta aksi di halaman gedung DPRD DIY.
‎
‎Polisi Amankan Sejumlah Pendemo
‎
Kabid Humas Polda DIY, Kombespol Ihsan, mengatakan gesekan antara massa dan polisi sempat terjadi beberapa kali sebelum kericuhan mencapai puncaknya.
‎
‎“Tadi memang sempat terjadi gesekan pada saat menjelang magrib. Kemudian sekitar jam setengah sembilan, terjadi lagi gesekan,” ujar Ihsan.
‎
‎Menurut Ihsan, petugas sempat mengelola situasi tersebut, tetapi ketegangan kembali meningkat setelah terjadi pelemparan batu dan penyalaan petasan oleh peserta aksi.
‎
‎“Namun, kami sangat menyayangkan masih terjadi aksi pelemparan tadi, termasuk petasan. Batu juga dilemparkan kepada kami,” katanya.
‎
‎Ihsan menyebut pelemparan batu dan petasan menjadi pemicu kericuhan, yang kemudian pecah sekitar pukul 21.30 WIB berdasarkan keterangan yang disampaikan.
‎
‎Petugas mengamankan sejumlah orang untuk melindungi pihak-pihak yang berada di lokasi sekaligus meminta keterangan terkait kejadian tersebut.
‎
‎“Tujuan kami mengamankan tentunya untuk melindungi yang bersangkutan,” ujar Ihsan, seraya menyebut jumlah orang yang diamankan masih dalam pendataan.
‎
‎Polisi juga mendata korban luka. Ihsan mengatakan, satu orang yang sempat mendapatkan perawatan pada siang hari telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya ditangani.
‎
‎“Sepertinya tadi ada, tetapi itu sudah kami obati. Semuanya luka ringan, termasuk anggota,” kata Ihsan mengenai kondisi korban berdasarkan pendataan sementara.
‎
‎Hingga malam, kericuhan menyisakan sejumlah persoalan, mulai dari korban luka dan orang yang diamankan hingga kerusakan fasilitas gedung yang perlu ditindaklanjuti.(waw)

Berita Terkait

Yuni Ajukan Hak Jawab, Wartawan Klaim Pegang Pengakuan Pria
Lantik 63 Pejabat, Bupati Sleman Tegaskan Meritokrasi dan Pelayanan
Mahasiswa UMY-UII Kepung DPRD DIY, Desak Evaluasi MBG hingga Tuntaskan HAM
Bantah Tuduhan Pencabulan, Kuasa Hukum Desak Polda DIY Gelar Perkara Khusus
Pemkab Sleman Guyur Rp125 Juta untuk Atlet Pelajar Berprestasi
UWM dan DP3AP2 DIY Bongkar Bahaya Kekerasan Berbasis Gender
Aksi Massa di Malioboro Hingga Titik 0, KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal
KA Batara Kresna Tertemper Saat CFD, KAI Beri Peringatan Keras

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Yuni Ajukan Hak Jawab, Wartawan Klaim Pegang Pengakuan Pria

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Lantik 63 Pejabat, Bupati Sleman Tegaskan Meritokrasi dan Pelayanan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Mahasiswa UMY-UII Kepung DPRD DIY, Desak Evaluasi MBG hingga Tuntaskan HAM

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:18 WIB

‎Dialog Buntu, Demo DPRD DIY Ricuh, Massa Rusak Fasilitas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Bantah Tuduhan Pencabulan, Kuasa Hukum Desak Polda DIY Gelar Perkara Khusus

Berita Terbaru

Yogyakarta

Yuni Ajukan Hak Jawab, Wartawan Klaim Pegang Pengakuan Pria

Rabu, 21 Okt 2026 - 09:11 WIB