Kunjungi Korban Kecelakaan Kereta di RSUD CAM, Dedi Mulyadi Tegaskan Komitmen Pembiayaan BPJS

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Kota Bekasi – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turun langsung menjenguk para korban kecelakaan kereta api yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Rabu (29/4).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jawa Barat menyerahkan bantuan sebagai bentuk rasa empati kepada para pasien sejak masa awal perawatan. Selain itu, dipastikan seluruh korban mendapatkan jaminan pembiayaan melalui BPJS Kesehatan, sehingga pasien dapat fokus pada proses pemulihan tanpa terbebani biaya pengobatan.

“Kami bersama Pak Gubernur hadir langsung untuk memastikan kondisi korban tertangani dengan baik. Penanganan medis harus maksimal, dan kami pastikan seluruh rumah sakit memberikan pelayanan terbaik, termasuk memastikan seluruh pasien tercover BPJS Kesehatan,” ujar Tri Adhianto.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pasien atau korban harus difasilitasi lengkap dari BPJS Kesehatan, dan juga rumah sakit yang terdapat pasien terkait KRL ini bisa terjamin fasilitasnya.

“Ini adalah bentuk solidaritas kami kepada para korban. Sejak awal masa perawatan, kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri, kebutuhannya terpenuhi, termasuk jaminan pembiayaan melalui BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Berdasarkan data terkini, total korban tercatat sebanyak 91 orang yang tersebar di sejumlah rumah sakit. Di RSUD CAM sendiri terdapat 54 korban, dengan rincian 26 pasien masih menjalani rawat inap, 25 telah pulang, dan 3 meninggal dunia.

Sementara itu, korban lainnya dirawat di RS Primaya Timur sebanyak 10 orang, RS Mitra Timur 7 orang, RS Bella 5 orang, RS Hermina 2 orang, RS Siloam Bekasi 2 orang, RS Bakti Kartini 1 orang, RSUD Cibitung 1 orang, serta Mitra Plumbon 6 orang. Adapun 10 korban meninggal dunia ditangani di RS Polri.

“Kami memastikan pendampingan terus dilakukan, untuk segera dilaporkan ke Gubernur dan Presiden, baik kepada pasien yang masih dirawat maupun keluarga korban yang meninggal dunia. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.(lsi)

Sumber : Diskominfostandi

Berita Terkait

Birokrasi Bekasi Memulai Babak Baru, ASN Diminta Menyambut Kritik Tanpa Sekat
Wali Kota Bekasi Apresiasi Kampung KB Kenanga RW 08 Binjai, Optimistis Jadi Kebanggaan Daerah
Penguatan Disiplin ASN, Tri Adhianto Tekankan Integritas dan Responsibilitas
Jelang Porprov Jabar XV, Abdul Harris Bobihoe Pastikan Kesiapan Kontingen Bekasi
1.000 Lubang Biopori Dibangun di Taman Persada Raya, Wali Kota Bekasi Dorong Lingkungan Mandiri
Jaringan Agen BRILink BRI KC Cikarang Semakin Dekat dan Cepat Untuk Layanan Perbankan
Bekasi Berbenah Jadi Kota Metropolis Modern, Harris Bobihoe Dorong Pembangunan Terintegrasi
Pemkot Bekasi Fasilitasi Pelatihan Izin BPOM untuk Perkuat Daya Saing UMKM

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:54 WIB

Birokrasi Bekasi Memulai Babak Baru, ASN Diminta Menyambut Kritik Tanpa Sekat

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:13 WIB

Wali Kota Bekasi Apresiasi Kampung KB Kenanga RW 08 Binjai, Optimistis Jadi Kebanggaan Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:23 WIB

Penguatan Disiplin ASN, Tri Adhianto Tekankan Integritas dan Responsibilitas

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:24 WIB

Jelang Porprov Jabar XV, Abdul Harris Bobihoe Pastikan Kesiapan Kontingen Bekasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:32 WIB

1.000 Lubang Biopori Dibangun di Taman Persada Raya, Wali Kota Bekasi Dorong Lingkungan Mandiri

Berita Terbaru