Satpol PP Sleman Gencarkan Program Sekolah Aman Cegah Tawuran Pelajar

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman memperkuat pencegahan tawuran, kenakalan remaja, dan kejahatan jalanan melalui program Satpol PP Sleman Goes to School di SMPN 2 Gamping. Kegiatan berlangsung Kamis (30/7/2026), mulai pukul 08.00 WIB, melibatkan tiga puluh personel lintas instansi guna memperkuat pembinaan karakter pelajar secara preventif bersama.

Program menghadirkan Satpol PP, Polresta Sleman, Kodim 0732/Sleman, Dinas P3AP2KB, KPAD, Kesbangpol, serta BNNK Sleman untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan lingkungan pendidikan. Rangkaian diawali koordinasi bersama kepala sekolah dan guru kesiswaan, kemudian petugas memasuki kelas VII, VIII, serta IX memberikan edukasi dan pembinaan langsung.

‎Petugas memeriksa barang bawaan siswa sebagai deteksi dini potensi kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, maupun munculnya kelompok pelajar berperilaku menyimpang sejak awal. Tim Dinas P3AP2KB turut melaksanakan skrining psikologis kepada siswa, sementara barang melanggar tata tertib diamankan sekolah sebagai bahan pembinaan edukatif berkelanjutan bersama.

Kepala Seksi Pembinaan Ketenteraman dan Ketertiban Satpol PP Sleman, Surono, menegaskan, “Kami ingin memastikan sekolah menjadi ruang aman, nyaman, dan bebas kekerasan.” Surono menambahkan, “Pencegahan harus dimulai sejak dini melalui edukasi, pembinaan karakter, serta sinergi pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat bersama.”

Menurut Surono, “Anak-anak adalah aset bangsa yang harus kita lindungi bersama,” sekaligus mendorong seluruh sekolah membangun budaya disiplin dan saling menghormati. Iptu Sugihartono dari Satuan Binmas Polresta Sleman mengingatkan siswa memilih lingkungan pergaulan positif serta menggunakan media sosial secara bijaksana setiap harinya.

Sugihartono menegaskan, “Berani katakan tidak terhadap tawuran, narkoba, minuman keras, maupun tindakan kriminal. Prestasi jauh lebih membanggakan daripada kekerasan.” Ia juga mengimbau, “Segera laporkan kepada guru, orang tua, atau aparat bila mengetahui ajakan bergabung kelompok yang melanggar hukum,” demi keselamatan bersama.

Sekretaris Satpol PP Sleman, Ikhsan Waluyo, mengatakan, “Kolaborasi menjadi kunci. Komitmen seluruh instansi sangat penting menjaga masa depan generasi muda Kabupaten Sleman.” Kegiatan turut dihadiri Ipda Bagus dari Densus 88 Satwil DIY guna memperkuat wawasan kebangsaan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman bagi pelajar.

Program tersebut sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional Ke-42 Tahun 2026 bertema “Menyayangi, Melindungi, dan Membangun Masa Depan Anak Indonesia” melalui pendidikan aman. Surono menutup, “Melindungi anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Sekolah aman hari ini investasi pemimpin Indonesia masa depan.”(ady)

Berita Terkait

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan
OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta
Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat
Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan
Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit
GPM Tegaskan Independensi, Marhaenisme Tetap Jadi Garis Perjuangan Organisasi
Ekonomi Digital Makin Beragam, Pemkot Yogyakarta Masukkan Kreator Konten dalam Pendataan UMKM
Pameran Batik Kontemporer Prawirotaman Angkat Karya dan Kreativitas Pembatik Muda

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:19 WIB

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:15 WIB

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit

Berita Terbaru

Yogyakarta

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:15 WIB