JOGJAOKE.COM, BEKASI — Dugaan penganiayaan di Jalan Narogong, Rawa Lumbu, Kota Bekasi, menjadi sorotan setelah Kapolsek Rawa Lumbu belum memberikan respons.
Peristiwa tersebut terjadi Rabu (12/8/2026), ketika seorang pria diduga dianiaya sopir dan kernet truk towing di hadapan istri serta anaknya.
Seorang saksi mata mengaku melihat korban dipukul menggunakan pipa besi saat melintas di Jalan Narogong, wilayah hukum Polsek Rawa Lumbu.
“Yang saya lihat korban dipukul menggunakan pipa besi. Setelah itu korban terlihat berdarah dan sempat tersungkur,” ujar saksi.
Akibat dugaan pemukulan tersebut, korban disebut mengalami luka pada bagian dagu dan mulut hingga mengeluarkan darah di pinggir jalan.
Situasi semakin memprihatinkan karena seorang perempuan dan anak-anak yang diduga keluarga korban disebut menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Saksi mengatakan perempuan tersebut tampak menangis, sementara anak-anak memanggil ayahnya ketika dugaan kekerasan berlangsung di lokasi kejadian.
“Anak-anak terlihat memanggil ayahnya. Kondisinya membuat suasana semakin menyedihkan,” kata saksi mengenai situasi setelah kejadian tersebut.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polsek Rawa Lumbu terkait dugaan penganiayaan tersebut.
Kapolsek Rawa Lumbu, Kompol Ahmadi, juga belum memberikan respons mengenai kronologi maupun perkembangan penanganan perkara tersebut kepada wartawan.
Konfirmasi telah dilakukan melalui sambungan telepon kepada Kompol Ahmadi untuk meminta penjelasan mengenai dugaan penganiayaan yang terjadi di wilayah hukumnya.
Selain telepon, pesan melalui aplikasi percakapan juga telah dikirimkan kepada Kompol Ahmadi untuk memperoleh konfirmasi terkait peristiwa tersebut.
Namun hingga Rabu pagi sekitar pukul 10.30 WIB, upaya konfirmasi tersebut belum mendapatkan jawaban dari Kapolsek Rawa Lumbu, Kompol Ahmadi.
Tidak adanya respons membuat informasi mengenai kronologi, identitas korban, terduga pelaku, serta motif kejadian belum dapat dikonfirmasi secara resmi.
Padahal, dugaan penganiayaan tersebut menjadi perhatian karena disebut terjadi di jalan umum dan disaksikan langsung keluarga korban.
Keterangan saksi menyebut korban mengalami luka pada bagian wajah setelah diduga dipukul menggunakan pipa besi oleh dua orang.
Saksi juga menyebut terduga pelaku merupakan sopir dan kernet truk towing, namun informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi dan pendalaman aparat.
Polisi diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai langkah penyelidikan agar publik mendapatkan informasi yang jelas dan tidak terjadi kesimpangsiuran.
Hingga naskah ini disusun, Kompol Ahmadi belum memberikan respons atas telepon maupun pesan yang telah disampaikan untuk meminta konfirmasi kasus tersebut.(rel)






