Kasatgas PRR Ingatkan Pemda Soal Data Penerima Bantuan, Percepatan Jadi Kunci Pemulihan

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Tapanuli Selatan – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) agar mempercepat pengiriman data penerima bantuan pascabencana. Ia menegaskan akan bertindak tegas dengan mengabaikan Pemda yang lambat mengirim data penerima manfaat bantuan rumah. Sebagai konsekuensinya, ia akan mengumumkan secara terbuka kepada publik Pemda yang lambat mengirim data penerima manfaat bantuan.

“Pemda yang cepat [mengirim data] saya berikan apresiasi. Jujur sudah saya sampaikan kalau nanti sampai dua mingguan datanya nggak dikasih kepada kita, saya akan tinggal. Kabupaten/kota itu akan saya tinggal, warganya nggak masuk dalam penerima karena tidak diberikan data oleh bupatinya. Dan saya akan muat di publik,” ujar Tito saat meresmikan hunian sementara (huntara) di Simarpinggan, Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (5/2/2026).

Tito menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema bantuan perumahan berdasarkan tingkat kerusakan rumah warga. Skema bantuan tersebut meliputi bantuan stimulan sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta rusak sedang, dan bantuan hunian tetap (huntap) untuk rumah rusak berat atau hilang.

Selama proses pembangunan huntap berlangsung, pemerintah menyediakan hunian sementara (huntara) bagi para korban. Pemerintah juga menyiapkan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk korban bencana yang tidak inggin tinggal di huntara, tapi memilih menyewa rumah atau tinggal bersama sanak saudara. Nominal DTH yang diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan dan dicairkan satu kali untuk tiga bulan, dengan total Rp1,8 juta.

Selain bantuan huntara, Tito menyampaikan, Kementerian Sosial (Kemensos) juga menyiapkan bantuan tambahan berupa uang perabot sebesar Rp3 juta, stimulan ekonomi Rp5 juta, serta bantuan lauk-pauk (jaminan hidup) sebesar Rp15.000 per orang per hari.

Tito juga menyampaikan, pemerintah memiliki skema bantuan yang dirancang untuk memulihkan taraf ekonomi masyarakat yang sawah atau kebunnya terdampak bencana. Ini salah satunya melalui skema bantuan stimulan sebesar Rp5 juta untuk diberikan kepada masyarakat yang sawahnya rusak sembari menunggu program revitalisasi sawah.

Terlepas dari itu, Tito mengapresiasi seluruh Pemda yang telah bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam memulihkan daerah terdampak bencana. Sebab, progres perbaikan daerah bencana memperlihatkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Tito merinci saat ini dari 52 daerah terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera, 27 di antaranya sudah kembali normal, 15 daerah mendekati normal, dan 10 daerah masih memerlukan atensi khusus.

Sebagai informasi, peresmian huntara di Tapanuli Selatan turut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Gubernur Sumut Bobby Nasution, Staf Khusus Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Yudha Fitri, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, Wakil Wali Kota Padang Sidimpuan Harry Pahlevi Harahap, serta jajaran pejabat pemerintah dari kementerian, lembaga, dan Pemda Tapanuli Selatan.(Ls)

Sumber : Puspen kemendagri||Satgas PRR

Berita Terkait

Kemenkes dan Satgas PRR Pulihkan Ribuan Fasilitas Kesehatan Terdampak Bencana
Menko PMK dan Mendagri Tito Karnavian Tinjau Persiapan Arus Mudik di Pelabuhan Merak
Wamendagri Ribka Haluk Serahkan Bantuan Pakan dan Lepas Bibit Lele di Panti Lansia Jayapura
Sidak RSUD Yowari, Wamendagri Ribka Haluk Ingatkan Rumah Sakit Tidak Boleh Tolak Pasien
SKB 7 Menteri Terbit, Penggunaan AI di Pendidikan Resmi Diatur
Mendagri Tito Apresiasi Bantuan Swasta Percepat Pemulihan Kesehatan Pascabencana
Keterlambatan Dana Otsus Dinilai Hambat Program Strategis di Papua
Kemendagri Rilis Data Kependudukan 2025, Usia Produktif Capai 69 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:12 WIB

Kemenkes dan Satgas PRR Pulihkan Ribuan Fasilitas Kesehatan Terdampak Bencana

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:04 WIB

Menko PMK dan Mendagri Tito Karnavian Tinjau Persiapan Arus Mudik di Pelabuhan Merak

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:09 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Serahkan Bantuan Pakan dan Lepas Bibit Lele di Panti Lansia Jayapura

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:57 WIB

Sidak RSUD Yowari, Wamendagri Ribka Haluk Ingatkan Rumah Sakit Tidak Boleh Tolak Pasien

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:52 WIB

SKB 7 Menteri Terbit, Penggunaan AI di Pendidikan Resmi Diatur

Berita Terbaru