Jurnalis Dihalang Masuk BBWSSO, Publik Bertanya: Ada Apa Disembunyikan?

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Sleman – Insiden penolakan terhadap jurnalis terjadi di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) saat sejumlah wartawan hendak meliput aksi unjuk rasa para penambang rakyat terkait Sungai Progo, Rabu (16/10/2025). “Maaf, wartawan tidak boleh masuk, ini perintah pimpinan,” ucap seorang petugas keamanan di gerbang utama. Larangan itu sontak menuai kecaman. “Tidak ada alasan logis untuk melarang media. Kami datang resmi, membawa kartu pers, dan hanya ingin meliput,” ujar Widayat, jurnalis media online lokal dengan nada kecewa.

‎Para jurnalis menilai tindakan BBWSSO telah menyalahi prinsip dasar kebebasan pers. “Ini bukan sekadar soal peliputan, tapi soal hak publik untuk tahu,” tegas Widayat. Ia menambahkan, “Pers bekerja berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, jadi siapa pun yang menghalangi, berarti menghalangi konstitusi.” Sejumlah wartawan lain juga menilai sikap lembaga tersebut mencerminkan ketakutan terhadap transparansi. “Kalau tidak ada yang ditutupi, mengapa wartawan dilarang masuk?” kata Rahma, reporter televisi yang turut hadir di lokasi.

‎Pengamat komunikasi publik, Arif Prakoso, menilai tindakan BBWSSO sebagai preseden buruk bagi lembaga negara. “Ini alarm keras bagi demokrasi. Pers adalah jembatan antara pemerintah dan rakyat. Menutup akses jurnalis sama saja memutus saluran informasi publik,” ujarnya. Ia menegaskan, “Keterbukaan adalah indikator sehatnya pemerintahan. Ketika pagar BBWSSO tertutup bagi wartawan, pertanyaannya sederhana: apa yang sedang mereka sembunyikan?”.(waw)

Berita Terkait

‎WNA India Lapor Kapolres, Polisi Cek Perempuan Kudus hingga Kondusif
Slankers Purwokerto Bersiap Nostalgia, Slank Kembali Manggung Setelah 18 Tahun
Wakapolri Dorong Akselerasi Pendidikan dan Pelatihan Polri
Festival Literasi Pekalongan: Terjebak Algoritma dan Ilusi ‘Melek Digital’
Zia Almahyra Ervoni, Talenta Cilik Semarang yang Menjajal Dunia Musik Lewat Single “Aku Indonesia”
81 Tahun Merdeka, BAJ Live Tribute Ajak Warga Kudus Dengarkan “Suara Rakyat” Lewat Musik
Warga Purwasana Serbu Sungai, Parak Iwak Hadirkan Motor
Desainer Muda PDIP, Sarah Tembus Final Nasional Fatmawati Trophy, Bawa Sumbu Kartika

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 10:44 WIB

‎WNA India Lapor Kapolres, Polisi Cek Perempuan Kudus hingga Kondusif

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Slankers Purwokerto Bersiap Nostalgia, Slank Kembali Manggung Setelah 18 Tahun

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Wakapolri Dorong Akselerasi Pendidikan dan Pelatihan Polri

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:36 WIB

Festival Literasi Pekalongan: Terjebak Algoritma dan Ilusi ‘Melek Digital’

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Zia Almahyra Ervoni, Talenta Cilik Semarang yang Menjajal Dunia Musik Lewat Single “Aku Indonesia”

Berita Terbaru

Lampung

Perkuat Persaingan Usaha, Pemprov Lampung Gandeng KPPU

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:00 WIB