Ribuan Warga Demak Terdampak Banjir, Tanggul Jebol di Sejumlah Titik

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENGUNGSI-Sejumlah warga beraktivitas di Aula Kecamatan Guntur, yang menjadi lokasi pengungsian atas dampak banjir di wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (4/4). (Foto BPBD Kabupaten Demak).

PENGUNGSI-Sejumlah warga beraktivitas di Aula Kecamatan Guntur, yang menjadi lokasi pengungsian atas dampak banjir di wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (4/4). (Foto BPBD Kabupaten Demak).

JOGJAOKE.COM, DEMAK – Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, terus bertambah. Hingga Sabtu (4/4) pukul 09.00 WIB, tercatat sebanyak 2.839 jiwa mengungsi di sejumlah titik akibat banjir yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan dan meluapnya Sungai Tuntang, yang juga menyebabkan beberapa tanggul jebol di wilayah terdampak.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Pelaksana BPBD Kab. Demak, Agus Sukiyono, S.Ip, MM, melalui keterangannya, Sabtu (4/4).

“Lokasi pengungsian ini berada di Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko sebanyak 200 jiwa, Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowere ada 500 jiwa, berikutnya Kantor Kecamatan Guntur sebanyak 119 jiwa, Tanggul Gobang ada 400 jiwa, serta sejumlah balai desa, mushola, madrasah dan rumah warga lainnya yang sampai hari ini masih dalam pendataan lanjutan. Beberapa pengungsi dilaporkan dalam kondisi sakit dan saat ini telah mendapatkan penanganan lebih lanjut dari dinas kesehatan setempat,” paparnya.

Ditambahkan Agus, Perkembangan kaji cepat di lapangan menunjukkan banjir berdampak pada 8 Desa di 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam dan Kebonagung. Tanggul jebol terjadi di Kecamatan Guntur, tepatnya di Desa Trimulyo pada dua titik di Dukuh Solondoko sepanjang kurang lebih 30 meter dan Dukuh Solowere sepanjang sekitar 10 meter, serta di Desa Sidoharjo sepanjang kurang lebih 15 meter. Kondisi ini menyebabkan genangan air cukup tinggi, khususnya di Desa Trimulyo dan Desa Ploso dengan ketinggian mencapai 100–150 sentimeter (cm), serta mengakibatkan akses jalan di Desa Trimulyo tidak dapat dilalui kendaraan kecil.

“Selain itu, limpasan air juga terjadi di sejumlah wilayah seperti Desa Turitempel dan Desa Sumberejo di Kecamatan Guntur, serta Desa Solowire dan Desa Sarimulyo di Kecamatan Kebonagung, meskipun kondisi di wilayah tersebut dilaporkan masih relatif aman. Di Desa Sidoharjo, aliran air dari tanggul jebol menggenangi area persawahan warga,” imbuh Agus yang juga Plt Kasatpol PP Demak.

Bencana banjir di Demak ini menjadi, perhatian Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. Meski tengah berada di Manado dalam rangka penanganan gempa bumi magnitudo 7,6, Kepala BNPB pada Jum’at (3/4) malam segera memerintahkan jajarannya untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah, guna mengidentifikasi kebutuhan penanganan darurat. Selain itu, personel BNPB juga langsung diperintahkan menuju lokasi terdampak untuk melakukan pendampingan dalam upaya percepatan penanganan darurat banjir di Kabupaten Demak. (*)

Berita Terkait

Kodim 0707 Wonosobo Kebut Jembatan Gantung Hubungkan Desa Terisolasi
TNI Gaspol Bangun Jalan Desa Grugu, Warga Terharu
‎Koramil Watumalang dan Warga Kebut Jembatan Gantung Garuda
TMMD Wonosobo Gaspol Renovasi RTLH Warga Grugu Lebih Layak
Menghubungkan Tradisi dan Teknologi, Jiwa Kirana Bangun Ekosistem Kreatif Berbasis Budaya Lokal
‎Kodim Wonosobo Gelar Pemakaman Militer Kenang Pengabdian Serma Kabul
TMMD Wonosobo Satukan TNI Rakyat Bangun Desa Grugu
Merpati Community Gelar Baksos Pengukuhan Pengurus Perkuat Solidaritas Anggota

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:04 WIB

Kodim 0707 Wonosobo Kebut Jembatan Gantung Hubungkan Desa Terisolasi

Senin, 4 Mei 2026 - 16:13 WIB

TNI Gaspol Bangun Jalan Desa Grugu, Warga Terharu

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:03 WIB

‎Koramil Watumalang dan Warga Kebut Jembatan Gantung Garuda

Kamis, 30 April 2026 - 11:45 WIB

TMMD Wonosobo Gaspol Renovasi RTLH Warga Grugu Lebih Layak

Rabu, 29 April 2026 - 19:34 WIB

Menghubungkan Tradisi dan Teknologi, Jiwa Kirana Bangun Ekosistem Kreatif Berbasis Budaya Lokal

Berita Terbaru