Rp16,4 Miliar Raib, PT DYM Laporkan Kades Mulyodadi ke Polisi

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Sidoardjo – PT DYM yang berlokasi di Kota Solo resmi melaporkan Kepala Desa Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, ke Mapolda Jawa Timur atas dugaan penipuan jual beli tanah gogol seluas 5,2 hektare senilai Rp16,4 miliar.
‎
Pelaporan ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT DYM, Retno Dewi, setelah somasi yang dilayangkan melalui kuasa hukum tidak mendapatkan tanggapan.
‎
Retno Dewi menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil karena pihaknya merasa dirugikan dalam transaksi yang berlangsung sejak Maret 2023 lalu.
‎
“Kami sudah menempuh jalur somasi, namun tidak direspons. Akhirnya kami memutuskan melaporkan ke Polda Jatim,” ujarnya.
‎
Kuasa hukum PT DYM, Mustofa, menjelaskan bahwa pembelian lahan tersebut awalnya direncanakan untuk pembangunan perumahan.
‎
Ia menyebut seluruh proses transaksi diarahkan melalui oknum Kepala Desa Mulyodadi.
‎
“Kami ini tidak pernah tahu apakah uang yang sudah kami berikan melalui transfer dan cash itu sampai ke petani atau tidak,” kata Mustofa.
‎
Mustofa juga mengungkapkan bahwa setiap kali pihaknya menanyakan kejelasan transaksi, Kepala Desa selalu menyatakan bahwa lahan tersebut dalam kondisi aman dan tidak bermasalah.
‎
“Setiap kami tanya, selalu dijawab lahan itu bersih. Tidak ada masalah,” tegasnya.
‎
Namun fakta mengejutkan muncul saat PT DYM justru menerima gugatan dari pihak lain yang mengklaim telah lebih dulu membeli lahan tersebut.
‎
“Saat mendapat gugatan dari pihak lain itu, kami baru mengetahui bahwa kami adalah pembeli ketiga,” ungkap Mustofa.
‎
Ia menambahkan, kondisi ini membuat pihaknya semakin yakin ada dugaan penipuan dalam transaksi tersebut.
‎
Mustofa berharap laporan ke Polda Jawa Timur dapat mengembalikan kerugian yang dialami kliennya.
‎
“Harapan kami melalui pelaporan ini supaya uang kembali. Kami juga kasihan terhadap petani yang sempat salah paham, karena mereka mengira kami yang bermain-main,” pungkasnya.
‎
Ia juga menambahkan bahwa pembayaran Rp16,4 miliar dilakukan dua tahap, yakni Rp10,9 miliar melalui transfer dan sisanya secara tunai, termasuk melalui orang-orang suruhan kepala desa. (waw)

Berita Terkait

Menaker Yassierli Dorong Pelatihan Vokasi Tingkatkan Kompetensi Angkatan Kerja
Stadion Pandanaran Jadi Lokasi Apel Akbar 8.000 Anggota ASLINMAS dan ABPEDNAS
HUT TNI ke-81 Semarak, Kodim Wonosobo Ajak Warga Senam
Kemnaker Temukan Catatan Norma Kerja dan K3 di 9 Perusahaan Kendal-Batang
‎NU Care-LAZISNU Kudus Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Tanam Pohon dan Distribusi Air Bersih
670 Orang Menari, Kudus Lawan Lupa Warisan Budaya Leluhur
Pasien Lansia yang Viral Terhalang BYD Meninggal di Moewardi
Makam Ki Ageng Wonosobo Ungkap Jejak Cikal Bakal Daerah ‎

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Menaker Yassierli Dorong Pelatihan Vokasi Tingkatkan Kompetensi Angkatan Kerja

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Stadion Pandanaran Jadi Lokasi Apel Akbar 8.000 Anggota ASLINMAS dan ABPEDNAS

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:03 WIB

HUT TNI ke-81 Semarak, Kodim Wonosobo Ajak Warga Senam

Rabu, 30 September 2026 - 17:26 WIB

Kemnaker Temukan Catatan Norma Kerja dan K3 di 9 Perusahaan Kendal-Batang

Minggu, 27 September 2026 - 14:34 WIB

‎NU Care-LAZISNU Kudus Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Tanam Pohon dan Distribusi Air Bersih

Berita Terbaru