Gerakan ‘Galon Tumpuk’ Dorong Warga Yogyakarta Olah Sampah dari Dapur

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta mulai menggerakkan masyarakat agar membudayakan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, terutama di tingkat rumah tangga. Langkah ini difokuskan pada pengolahan sampah organik seperti sisa bahan masakan dan makanan.

Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta sekaligus Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, menilai perilaku sebagian masyarakat yang masih “malas gerak” menjadi tantangan utama dalam membangun kesadaran tersebut. “Makanya keberadaan ember atau galon tumpuk ini sebisa mungkin di dekat tempat memasak,” ujarnya saat menghadiri Temu Kader Mas Jos Kelurahan Keparakan di RTHP Dipowinatan, Selasa (11/11/2025).

Menurut Aman, Pemkot Yogyakarta pada 15 November 2025 akan menggelar gerakan serentak menanam atau menempatkan galon tumpuk di rumah-rumah warga. Gerakan ini diharapkan menjadi langkah awal membudayakan pengelolaan sampah dari rumah tangga, dengan mempermudah warga memilah dan mengolah sampah organik di sumbernya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Radjan Taufik, menambahkan bahwa fokus gerakan Masjos (Masyarakat Jogja Mengolah Sampah) saat ini diarahkan pada penguatan langkah ketiga, yakni pengolahan sampah organik. “Untuk pemilahan sampah nonorganik sudah berjalan cukup baik. Bank sampah sudah terbentuk di seluruh RW, tinggal memperkuat pengolahan organik agar depo tetap bersih,” katanya.

Di tingkat kelurahan, pengelolaan sampah juga terus dikembangkan. Lurah Keparakan, Yusuf Ahbari, menyebut di wilayahnya kini terdapat 17 bank sampah yang tersebar di 13 RW. Warga juga didorong mengolah sampah organik melalui biopori dan budi daya magot. “Tim relawan dan kader Masjos terus menggerakkan warga agar mengelola sampah organik secara mandiri,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang lebih dekat ke dapur rumah tangga, Pemkot Yogyakarta berharap budaya pengelolaan sampah tidak lagi sekadar gerakan sporadis, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan warga kota. (ihd)

Berita Terkait

Jogja Pelajari Big Data dan Geospasial di Sumedang untuk Tingkatkan Layanan Publik
Luncurkan SIAP, Pemkot Jogja Dorong Transparansi dan Efisiensi Belanja Daerah
Pemkot Jogja Perketat Pengawasan Sampah di Sungai, Pelaku Terancam Sanksi
Jogja Perkuat Layanan HIV/AIDS Inklusif, Lintas Sektor Capai Target 2030
Kolaborasi: Pemkot Jogja Dorong Langkah Konkret, Toba Siapkan Penguatan Promosi Budaya
Yogyakarta Raih Predikat Terbaik Keterbukaan Informasi Publik DIY 2025
Kajian UMK Yogya Tahun Depan Dimulai, Pemkot Fokus Pola Konsumsi Warga
Kolaborasi Pemkot Yogya–BTN Syariah Dorong Hunian Terjangkau dan Penguatan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:14 WIB

Jogja Pelajari Big Data dan Geospasial di Sumedang untuk Tingkatkan Layanan Publik

Kamis, 4 Desember 2025 - 17:34 WIB

Luncurkan SIAP, Pemkot Jogja Dorong Transparansi dan Efisiensi Belanja Daerah

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:56 WIB

Pemkot Jogja Perketat Pengawasan Sampah di Sungai, Pelaku Terancam Sanksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:49 WIB

Jogja Perkuat Layanan HIV/AIDS Inklusif, Lintas Sektor Capai Target 2030

Kamis, 27 November 2025 - 19:11 WIB

Kolaborasi: Pemkot Jogja Dorong Langkah Konkret, Toba Siapkan Penguatan Promosi Budaya

Berita Terbaru