‎Ganjar Bantah Tuduhan Dalangi Demo Mahasiswa, Tantang Bukti Keterlibatan PDIP

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎Jogja – Ganjar Pranowo menepis keras tudingan yang menyebut PDI Perjuangan menjadi dalang di balik gelombang aksi demonstrasi mahasiswa.

Ketua DPP PDIP itu menilai narasi tersebut tidak berdasar, dangkal, dan justru merendahkan kapasitas intelektual mahasiswa sebagai kelompok yang kritis terhadap jalannya pemerintahan.

“Tuduhan itu dangkal, tidak berdasar, dan merendahkan intelektual mahasiswa,” tegas Ganjar.

Menurut Ganjar, mahasiswa memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan kritik tanpa harus dikendalikan partai politik mana pun.

“Hak itu dijamin UUD 1945 dan tidak memerlukan restu, arahan, apalagi kendali dari partai politik atau kelompok mana pun. Biarkan itu menjadi sikap mereka yang orisinal,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (18/6/2026).

Mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut juga mengkritik logika yang menghubungkan aksi mahasiswa dengan PDIP hanya berdasarkan dugaan relasi kepemilikan kendaraan.

“Demokrasi tidak bisa dibangun di atas asumsi, prasangka, dan teori konspirasi. Kecuali kita sudah gagal membaca data dan melakukan analisis yang kritis,” katanya.

Ganjar bahkan menantang pihak-pihak yang melontarkan tudingan tersebut agar membuktikan adanya keterlibatan PDIP secara institusional maupun dirinya secara pribadi.

“Kalau memang ada bukti, silakan dibuka kepada publik. Jangan hanya membangun opini dari rangkaian dugaan yang tidak langsung,” tandasnya.

Menanggapi sorotan terhadap kehadiran politikus PDIP Andi Widjajanto di sekitar aksi demonstrasi, Ganjar menegaskan hal itu merupakan hak pribadi sebagai warga negara.

Ia menjelaskan Andi memang kerap diundang sebagai narasumber dalam berbagai forum akademik maupun kegiatan kepemudaan.

“Kehadiran individu tidak dapat serta-merta ditafsirkan sebagai representasi atau instruksi resmi partai politik,” jelasnya.

Ganjar juga meminta pemerintah dan masyarakat berhenti mencari sosok “dalang” di balik setiap aksi unjuk rasa.

Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah mendengarkan substansi kritik mahasiswa daripada sibuk membangun teori konspirasi.

“Janganlah keseringan mencari dalang. Hari ini yang sangat dibutuhkan adalah nyali untuk mendengar. Tidak usah takut dan tidak perlu panik,” ucap Ganjar.

Polemik ini bermula setelah eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengaku menemukan alat pelacak pada mobil Fortuner yang digunakannya.

Temuan tersebut kemudian memunculkan dugaan dari Aliansi BEM Bersatu mengenai keterkaitan kendaraan itu dengan jaringan tokoh tertentu yang memiliki hubungan dengan kader PDIP.

Namun, Ganjar menegaskan seluruh tudingan tersebut tidak boleh dijadikan dasar menyimpulkan adanya keterlibatan partainya tanpa bukti yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.(WAW)

Berita Terkait

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti
Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:14 WIB

Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia

Berita Terbaru