Dosen UMY Raih Paten Nasional atas Alat Pengukus Inovatif, Produksi Somai Naik Lima Kali Lipat

Rabu, 12 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JPGJAOKE.COM, Yogyakarta — Inovasi dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mencatat prestasi di bidang teknologi pangan dan pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ir. Diah Rina Kamardiani, M.P., dosen Program Studi Agribisnis UMY, meraih paten nasional atas pengembangan alat pengukus bertingkat yang mampu meningkatkan kapasitas produksi somai hingga lima kali lipat sekaligus menekan penggunaan bahan bakar gas.

Gagasan pengukus bertingkat itu lahir dari kegiatan pengabdian masyarakat Dikti pada tahun 2013, ketika Diah mendampingi pelaku usaha “Somai Kang Ujang”. Saat itu, mitra binaannya masih menggunakan dandang tunggal besar yang hanya mampu menampung 50–60 somai per proses. Waktu pengukusan pun mencapai dua jam, dengan kebutuhan dua tabung gas LPG berukuran 13 kilogram.

“Untuk satu kali produksi penuh bisa memakan waktu dua jam dan menghabiskan dua tabung LPG. Dari situ kami mulai mencari solusi agar lebih efisien,” ujar Diah saat ditemui di Laboratorium Agribisnis UMY, Selasa (11/11).

Berangkat dari kebutuhan efisiensi itu, Diah merancang alat pengukus bertingkat dengan sistem lapisan seperti oven modern. Setiap loyang kini dapat menampung 110–120 somai, sementara durasi pengukusan berkurang drastis menjadi sekitar 90 menit.

“Efisiensinya meningkat hingga 500 persen. Konsumsi gas juga turun signifikan—satu tabung LPG kini cukup untuk dua setengah kali proses pengukusan,” tuturnya.

Inovasi ini diharapkan dapat diterapkan lebih luas oleh pelaku UMKM sektor kuliner untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan kapasitas usaha. UMY berencana membantu proses diseminasi teknologi tersebut melalui program pemberdayaan masyarakat dan inkubasi bisnis kampus. (ihd)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Suap Ketua Ombudsman RI, MAKI Minta Kejagung Kembangkan Penyidikan
Kampung Wisata Jadi Tumpuan, Yogyakarta Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas
144 Pemain dari 20 Klub Ramaikan Grand Slam Puri Open 2026 di Purwakarta
Sultan HB X Sambut Jenazah Prajurit Gugur Misi Lebanon
‎Pembunuhan Sadis Warga Halteng, Sengketa Lahan Picu Amarah
Pasar Murah 5 Ton Digelar, Pemkot Yogya Jaga Daya Beli dan Redam Inflasi Jelang Lebaran
Transformasi Digital Birokrasi Picu Konsekuensi Hukum Baru di PTUN
Siswa SD dan SMP Bekasi Harumkan Nama Daerah di Ajang Internasional

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 13:56 WIB

Kasus Dugaan Suap Ketua Ombudsman RI, MAKI Minta Kejagung Kembangkan Penyidikan

Minggu, 12 April 2026 - 22:18 WIB

Kampung Wisata Jadi Tumpuan, Yogyakarta Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas

Kamis, 9 April 2026 - 08:49 WIB

144 Pemain dari 20 Klub Ramaikan Grand Slam Puri Open 2026 di Purwakarta

Minggu, 5 April 2026 - 09:45 WIB

Sultan HB X Sambut Jenazah Prajurit Gugur Misi Lebanon

Sabtu, 4 April 2026 - 11:36 WIB

‎Pembunuhan Sadis Warga Halteng, Sengketa Lahan Picu Amarah

Berita Terbaru

Banten

H. Ade Mahrus, MTQ Lahirkan Qori Daerah

Sabtu, 18 Apr 2026 - 22:20 WIB