Dorong Pemecahan Masalah Masyarakat, Riset UMY Teratas Nasional

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Perubahan orientasi riset yang semakin menekankan pemecahan persoalan nyata masyarakat mengantarkan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meraih capaian penting dalam QS Sustainability Rankings 2026. UMY dinyatakan menempati peringkat pertama nasional untuk indikator Environmental Research.

Prestasi ini mencerminkan transformasi riset di UMY yang dalam beberapa tahun terakhir bergerak dari pendekatan administratif menuju model penelitian berbasis solusi. Kepala Direktorat Riset dan Pengabdian UMY, apt. Sabtanti Harimurti, M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa kampus tak lagi mendorong penelitian yang hanya berakhir pada laporan atau angka publikasi.

“Riset di UMY saat ini tidak lagi berhenti pada laporan. Riset itu harus menyelesaikan masalah masyarakat. Itulah ruh yang membuat riset kami berdampak,” ujar Sabtanti, Rabu (26/11/2025).

Perubahan arah tersebut sejalan dengan rencana induk pengembangan UMY sebagai entrepreneurial university hingga 2040. Dalam kerangka itu, riset diposisikan sebagai sumber inovasi sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Klaster Riset dan Program Anchor

Kinerja UMY dalam indikator Environmental Research tak hanya bertumpu pada jumlah penelitian, melainkan pada ekosistem riset yang terstruktur. Sejak 2020, UMY menerapkan sistem klaster riset dalam empat rumpun besar, mencakup agro-ekosistem dan kebencanaan, material maju, kesehatan, serta energi cerdas. Dari rumpun tersebut, riset diturunkan lagi menjadi subklaster dan diperkuat melalui program anchor research.

Saat ini terdapat sekitar 50 anchor research yang ditugasi menghasilkan paling tidak satu inovasi atau temuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. “Dengan adanya anchor, arah riset kami tidak lagi terpecah. Setiap proyek diarahkan untuk menghasilkan invention yang bisa dihilirisasi, baik berupa alat, metode, maupun rekomendasi kebijakan,” tutur Sabtanti.

Model riset interdisipliner tersebut memperkuat kontribusi UMY pada enam poin Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi dasar penilaian QS untuk indikator Environmental Research, yaitu SDGs 7, 11, 12, 13, 14, dan 15. Keselarasan tema riset dengan prioritas riset nasional turut menjadi faktor pendorong capaian tersebut.

Fokus Hilirisasi Lima–Sepuluh Tahun ke Depan

UMY menegaskan bahwa penguatan hilirisasi akan menjadi fokus dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Integrasi Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) dengan Direktorat Inovasi dan Hilirisasi (DIH) terus dikuatkan agar inovasi yang lahir dari kampus dapat dikembangkan, diuji, dan dimanfaatkan oleh industri maupun masyarakat.

Sabtanti menyebut capaian peringkat pertama nasional bukanlah titik akhir. “Target kami ke depan tentu ingin terus naik. Tetapi yang lebih penting adalah memastikan bahwa kontribusi UMY bagi masyarakat dan lingkungan benar-benar semakin meningkat,” ujarnya.

UMY menilai pemeringkatan semata berfungsi sebagai alat ukur kontribusi terhadap keberlanjutan, bukan tujuan akhir dari kegiatan riset yang mereka dorong. (ihd)

Berita Terkait

UMY Jajaki Kerja Sama dengan BNPT, Buka Peluang Magang dan Riset Mahasiswa
Perpustakaan Era Generasi C di UMY: KPDI 2026 Bahas Transformasi Budaya Digital
Banjir Beruntun di Sumatera, Pakar UMY Ingatkan Tata Ruang Sudah Tak Selaras Iklim
Dosen UMY: Kekurangan Dokter di Puskesmas Kian Akut, Bebani Layanan Primer dan JKN
Penguatan Tata Kelola Desa Didorong Lewat Sinergi IAI DIY dan UMY
Sultan di UMY: Green Democracy Didorong Jadi Paradigma Baru Politik Indonesia
Mahasiswa UMY Meniti Jejak Diri di Negeri Gajah Putih
1.153 PPPK di Pemda DIY Dilantik, Sultan Tekankan Kompetensi dan Adab

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 09:55 WIB

UMY Jajaki Kerja Sama dengan BNPT, Buka Peluang Magang dan Riset Mahasiswa

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:44 WIB

Perpustakaan Era Generasi C di UMY: KPDI 2026 Bahas Transformasi Budaya Digital

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:03 WIB

Banjir Beruntun di Sumatera, Pakar UMY Ingatkan Tata Ruang Sudah Tak Selaras Iklim

Selasa, 2 Desember 2025 - 14:47 WIB

Dosen UMY: Kekurangan Dokter di Puskesmas Kian Akut, Bebani Layanan Primer dan JKN

Minggu, 30 November 2025 - 10:35 WIB

Penguatan Tata Kelola Desa Didorong Lewat Sinergi IAI DIY dan UMY

Berita Terbaru