Dari UMY untuk Sinema Muda: Kineidoscope 2025 Hadirkan 50 Film Pilihan

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Festival, Muhammad Fawwaz Fauzarrahman, menyebut Kineidoscope sebagai ruang pertemuan budaya yang terbangun lewat sinema. (Dok UMY)

Direktur Festival, Muhammad Fawwaz Fauzarrahman, menyebut Kineidoscope sebagai ruang pertemuan budaya yang terbangun lewat sinema. (Dok UMY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pergerakan sinema muda di Yogyakarta kembali memperoleh ruang tumbuh melalui penyelenggaraan Kineidoscope 2025, festival film tahunan yang digagas MM Kine Klub Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Bertempat di Institut Français Indonesia (IFI-LIP) Yogyakarta pada 17–20 November 2025, festival tahun ini mengusung tema “SPIRITATION”, gabungan gagasan spirit dan inspiration yang mencerminkan energi baru komunitas film independen.

Sejalan dengan semangat tersebut, Kineidoscope menghadirkan lebih dari 50 film hasil kurasi jejaring festival bergengsi di Indonesia dan Asia. Film-film pilihan itu berasal dari Minikino Film Week, Festival Film Purbalingga, Jakarta Film Week, Aceh Film Festival, dan Craft International Animation Festival. Dukungan datang pula dari tiga mitra internasional: Visual Documentary Project (Jepang), PRISM UBD Short Film Festival (Brunei Darussalam), dan Mini Film Festival (Malaysia).

Keberagaman itu dirangkai dalam konsep kuratorial “memfestivalkan festival”, yaitu mempertemukan karya terbaik dari banyak festival dalam satu ruang apresiasi. Kolaborasi panitia Kineidoscope dengan para programmer dari festival rekanan membuat kerangka kurasi lebih terbuka terhadap perbedaan perspektif, tema, serta gaya estetika yang berkembang di sinema Asia Tenggara.

Rangkaian acara mencerminkan keluasan lanskap sinema muda hari ini. Program Layar Andong, Layar Kepel, dan Layar Kineidoscope menjadi ruang tontonan publik, sementara Talkshow Film dan Budaya Digital, serta Open Discussion bersama Jogja Disability Arts (JDA) membuka percakapan mengenai praktik kreatif dan lanskap budaya baru.

Tahun ini, Kineidoscope secara khusus memberi ruang untuk isu aksesibilitas film bagi penyandang disabilitas. Program tersebut menghadirkan pembuat kebijakan, akademisi, serta komunitas seni disabilitas untuk mendiskusikan upaya memperluas pengalaman menonton yang inklusif—sebuah langkah yang kian relevan di tengah dorongan ekosistem perfilman agar lebih setara bagi seluruh penikmatnya.

Puncak perhelatan ditandai Malam Apresiasi & Alumni Awards, bentuk penghargaan UMY kepada para alumninya yang dinilai memberi kontribusi nyata bagi perkembangan sinema nasional.

Direktur Festival, Muhammad Fawwaz Fauzarrahman, menyebut Kineidoscope sebagai ruang pertemuan budaya yang terbangun lewat sinema.
“Konsep memfestivalkan festival telah menjadi identitas kami sejak awal—ruang di mana banyak festival berkelindan dan publik dapat menikmati keragaman sinema Nusantara dan Asia,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Perpustakaan Era Generasi C di UMY: KPDI 2026 Bahas Transformasi Budaya Digital
Banjir Beruntun di Sumatera, Pakar UMY Ingatkan Tata Ruang Sudah Tak Selaras Iklim
Dosen UMY: Kekurangan Dokter di Puskesmas Kian Akut, Bebani Layanan Primer dan JKN
Penguatan Tata Kelola Desa Didorong Lewat Sinergi IAI DIY dan UMY
Sultan di UMY: Green Democracy Didorong Jadi Paradigma Baru Politik Indonesia
Mahasiswa UMY Meniti Jejak Diri di Negeri Gajah Putih
1.153 PPPK di Pemda DIY Dilantik, Sultan Tekankan Kompetensi dan Adab
Dorong Pemecahan Masalah Masyarakat, Riset UMY Teratas Nasional

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:44 WIB

Perpustakaan Era Generasi C di UMY: KPDI 2026 Bahas Transformasi Budaya Digital

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:03 WIB

Banjir Beruntun di Sumatera, Pakar UMY Ingatkan Tata Ruang Sudah Tak Selaras Iklim

Selasa, 2 Desember 2025 - 14:47 WIB

Dosen UMY: Kekurangan Dokter di Puskesmas Kian Akut, Bebani Layanan Primer dan JKN

Minggu, 30 November 2025 - 10:35 WIB

Penguatan Tata Kelola Desa Didorong Lewat Sinergi IAI DIY dan UMY

Sabtu, 29 November 2025 - 09:11 WIB

Sultan di UMY: Green Democracy Didorong Jadi Paradigma Baru Politik Indonesia

Berita Terbaru