Becak Listrik Disiapkan, Yogyakarta Larang Operasi Kendaraan Roda Tiga Bermotor

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengampanyekan penggunaan becak listriksebagai kendaraan berbasis tradisi di DIY selain andong. (Dok Pemkot)

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengampanyekan penggunaan becak listriksebagai kendaraan berbasis tradisi di DIY selain andong. (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta resmi melarang operasional kendaraan bermotor roda tiga, seperti bentor dan bajaj, di wilayah kota. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Yogyakarta Nomor 100.3.4/3744 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 31 Oktober 2025, setelah Pemkot menerima arahan tertulis dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Pak Gubernur sudah menjawab dalam bentuk surat kepada kami. Setelah mendapatkan arahan itu, kita membuat surat edaran,” ujar Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat ditemui di Patangpuluhan, Jumat (14/11/2025).

Jaga Identitas Transportasi Tradisional

Hasto menegaskan, pelarangan kendaraan roda tiga bermotor dimaksudkan untuk menjaga keaslian moda transportasi tradisional yang menjadi identitas budaya Yogyakarta, seperti becak kayuh dan andong.

“Becak dan andong itu ciri khas alat transportasi tradisional yang asli dan berbasis budaya,” kata Hasto. Karena bukan bagian dari tradisi tersebut, kendaraan seperti bentor dan bajaj tidak lagi diperbolehkan beroperasi di Kota Yogyakarta.

Sebagai solusi, Pemkot menyiapkan program konversi bentor menjadi kendaraan ramah lingkungan. Ke depan, becak kayuh akan dilengkapi penggerak tenaga listrik agar tetap relevan dan nyaman digunakan.

Bentor Dikaji Ulang, Konversi ke Mesin Listrik

Pemkot Yogyakarta juga telah mengusulkan anggaran pengadaan mesin listrik untuk mendukung transisi tersebut. Mesin akan diberikan kepada para pengayuh becak dan pengemudi bentor yang dialihkan menggunakan moda baru itu.

“Kami sudah mengusulkan anggaran untuk membeli mesin listrik yang bisa kita bantukan kepada bentor, supaya mesinnya diturunkan dan diganti listrik. Kalau kita sudah punya becak listrik dan andong yang bisa bergerak ke mana-mana, itu sudah bagus dan ramah lingkungan, tidak ada polusi,” ujar Hasto.

Pemkot berharap konversi ini menjaga keberlanjutan ikon transportasi Yogyakarta sekaligus mendorong penggunaan moda yang lebih ramah lingkungan di tengah kota. (ihd)

Berita Terkait

Pemkot Jogja Lanjutkan Program Food Bank, Jaga Akses Pangan Warga Prasejahtera
Jogja Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana hingga Februari 2026
Alas Mentaok Kembali Jadi RTH, Pemkot Yogya Bangun Taman Sejarah di Kotagede
Lapangan Karang Ditutup Enam Bulan, Pemkot Yogya Pulihkan Rumput yang Rusak
Pemkot Jogja Ajukan 306 PKM-PKH Jalani Graduasi Mandiri
Masa Gratis Habis, Mulai 2026 Bus Listrik di Kota Yogyakarta Berbayar
Gudeg Tiga Porsi Rp85 Ribu dan Citra Jogja Murah yang Tak Goyah
Pemkot Yogyakarta Kerahkan Ratusan Petugas, Bersihkan Sampah Malam Tahun Baru 2026

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:48 WIB

Pemkot Jogja Lanjutkan Program Food Bank, Jaga Akses Pangan Warga Prasejahtera

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:35 WIB

Jogja Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana hingga Februari 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:20 WIB

Alas Mentaok Kembali Jadi RTH, Pemkot Yogya Bangun Taman Sejarah di Kotagede

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:16 WIB

Lapangan Karang Ditutup Enam Bulan, Pemkot Yogya Pulihkan Rumput yang Rusak

Senin, 5 Januari 2026 - 20:09 WIB

Pemkot Jogja Ajukan 306 PKM-PKH Jalani Graduasi Mandiri

Berita Terbaru

Jawa Barat

Kepala Desa Tajursindang Bantah Tudingan Penyelewengan Dana Desa

Jumat, 16 Jan 2026 - 13:03 WIB