Ahmad Sabiq Soroti Rendahnya Kepercayaan Publik terhadap DPRD dalam Wacana Pilkada

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Purwokerto — Pengamat Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Ahmad Sabiq, menilai gagasan mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD perlu disikapi secara sangat hati-hati. Menurutnya, wacana tersebut berpotensi menjadi kemunduran bagi demokrasi lokal di Indonesia.

Ahmad Sabiq yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed menegaskan, Pilkada langsung memberikan ruang bagi rakyat untuk menentukan sendiri pemimpinnya sekaligus memastikan kepala daerah bertanggung jawab langsung kepada publik, bukan semata kepada elite partai atau anggota DPRD.

“Pilkada langsung memang tidak lepas dari persoalan, seperti tingginya biaya politik dan praktik politik uang. Namun masalah itu bukan berasal dari hak rakyat untuk memilih, melainkan dari lemahnya regulasi dan penegakan hukum,” ujarnya Jum’at (23/1/2026).

Ia menilai, jika mekanisme pemilihan diubah tanpa menyentuh akar persoalan tersebut, maka yang terjadi bukanlah perbaikan sistem demokrasi. Sebaliknya, praktik transaksional justru berpotensi berpindah dari ruang publik ke ruang elite yang lebih tertutup dan sulit diawasi.

Ahmad Sabiq juga mengakui adanya perbedaan konteks politik antara masa lalu dan saat ini. Menurutnya, masyarakat kini lebih kritis, media lebih bebas, serta akses informasi semakin terbuka. Namun perbedaan momentum tersebut tidak serta-merta menjadikan Pilkada melalui DPRD lebih baik.

“Kepercayaan publik terhadap partai politik dan DPRD hingga kini masih relatif rendah, sementara tarik-menarik kepentingan elite tetap kuat. Dalam kondisi seperti ini, Pilkada langsung masih menjadi alat kontrol publik yang paling nyata terhadap kekuasaan di daerah,” jelasnya.

Selain sebagai mekanisme demokrasi, Pilkada langsung juga dinilai memiliki fungsi penting sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tantangan demokrasi saat ini seharusnya dijawab dengan memperbaiki kualitas Pilkada langsung.

“Yang perlu dilakukan adalah membuat Pilkada lebih jujur, adil, dan efisien, bukan justru mengurangi peran rakyat dalam menentukan pemimpinnya,” pungkasnya.

(Denis)

Berita Terkait

Nusakambangan Bertransformasi, Titiek Soeharto Apresiasi Program Ketahanan Pangan dan Pembinaan
BPKP dan Mabes TNI Sidak KDKMP, Wonosobo Jadi Sorotan
2.570 Lampion Waisak Borobudur Terangi Langit, Satukan Harapan Nusantara ‎
IKHROM Demak Distribusikan 700 Paket Daging Kurban pada Iduladha 2026
Dandim Wonosobo Resmikan TMMD Grugu, Jalan Desa Kini Mulus
Sekda Demak Akhmad Sugiharto Bagikan Kisah Hidup Inspiratif di Wisuda UMM
Peluncuran Koperasi Merah Putih di Magelang Perkuat Ekonomi Kerakyatan Desa
Dandim Wonosobo Lepas Jamaah Haji, Tiga Anggota Kodim Berangkat

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 09:08 WIB

Nusakambangan Bertransformasi, Titiek Soeharto Apresiasi Program Ketahanan Pangan dan Pembinaan

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:26 WIB

BPKP dan Mabes TNI Sidak KDKMP, Wonosobo Jadi Sorotan

Senin, 1 Juni 2026 - 08:39 WIB

2.570 Lampion Waisak Borobudur Terangi Langit, Satukan Harapan Nusantara ‎

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WIB

IKHROM Demak Distribusikan 700 Paket Daging Kurban pada Iduladha 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:28 WIB

Dandim Wonosobo Resmikan TMMD Grugu, Jalan Desa Kini Mulus

Berita Terbaru