Agribisnis UMY Kembangkan Mode Petani pada Aplikasi MyINDAH Diet untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

launching aplikasi MyINDAH Diet di Jakarta, Kamis (2/7)

launching aplikasi MyINDAH Diet di Jakarta, Kamis (2/7)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Ketahanan pangan tidak lagi hanya bergantung pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga memerlukan inovasi digital yang mampu menghubungkan seluruh rantai pangan, mulai dari petani hingga konsumen. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berkontribusi dalam pengembangan MyINDAH Diet, sebuah aplikasi berbasis riset yang dirancang untuk mendukung sistem pangan sehat dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas negara.

Aplikasi MyINDAH Diet resmi diluncurkan dalam forum Public Dialogue bertajuk _Accelerating Healthy and Resilient Food Systems: Integrating Policy, Local Initiatives, and Digital Innovation_ di Hotel Mercure Jakarta Gatot Subroto, Kamis (2/7/2026). Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi penelitian yang didukung KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia–Indonesia) dengan melibatkan berbagai institusi di Indonesia dan Australia, termasuk UMY sebagai salah satu mitra utama.

Dalam proyek tersebut, tim Agribisnis UMY dipercaya mengembangkan Mode Petani yang dipimpin Ketua Prodi Agribisnis UMY, Zuhud Rozaki, S.P., M.App.Sc., Ph.D., bersama Dosen Agribisnis UMY, Dinda Aslam Nurul Hida, S.P., M.Si.

“Fitur yang dikembangkan meliputi informasi cuaca berbasis lokasi, data komoditas dan teknik budidaya, identifikasi hama dan penyakit tanaman, informasi pestisida sesuai komoditas, hingga pencatatan aktivitas budidaya. Seluruh fitur tersebut dirancang untuk membantu petani mengambil keputusan budidaya berdasarkan data yang tersedia,” jelas Zuhud kepada Humas UMY secara daring, Jum’at (3/7/2026).

Pengembangan aplikasi dilakukan melalui pendekatan partisipatif agar solusi digital yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani. Karena itu, tim peneliti tidak langsung merancang fitur, tetapi terlebih dahulu melakukan identifikasi persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

“Kami memulai proses pengembangan dengan mendengarkan kebutuhan petani secara langsung. Setiap fitur yang ada dalam aplikasi ini disusun berdasarkan hasil penelitian, observasi, dan validasi lapangan. Dengan cara itu, kami ingin memastikan teknologi yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan pengguna, bukan sekadar asumsi dari pengembang,” ujarnya lebih lanjut.

Pendekatan berbasis riset ini diwujudkan melalui serangkaian observasi, diskusi, validasi, hingga uji coba bersama petani dan masyarakat di Kabupaten Sleman, Bogor, Bandung, dan Gresik. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fitur dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi aktivitas budidaya petani.

“Seluruh proses pengembangan dilakukan bersama petani dan masyarakat di lapangan. Karena itu, fitur-fitur yang kami hadirkan diharapkan mampu membantu petani mengambil keputusan budidaya secara lebih tepat sesuai kondisi yang mereka hadapi,” tandas Zuhud.

Selain mengembangkan Mode Petani, aplikasi MyINDAH Diet juga dilengkapi Mode Konsumen yang dikembangkan oleh BRIN. Mode tersebut menghadirkan berbagai fitur seperti kalkulator Indeks Massa Tubuh (BMI), informasi harga pangan, rekomendasi resep lokal berdasarkan lokasi beserta kandungan gizinya, hingga materi edukasi mengenai pangan dan gizi. Kehadiran dua mode tersebut menjadikan MyINDAH Diet sebagai platform yang menghubungkan sistem pangan dari proses produksi hingga konsumsi dalam satu aplikasi digital.

“Harapan kami, aplikasi ini tidak hanya membantu petani dalam mengambil keputusan budidaya, tetapi juga mampu mendorong literasi pangan masyarakat secara lebih luas. Dengan begitu, hasil riset yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi petani maupun masyarakat sebagai konsumen,” tutupnya. (gla)

Sumber : Humas Umy 

Berita Terkait

Ruzan & Vita Siap Rilis MV “Takkan Berpisah”, Sajikan Kisah Cinta dan Perjalanan Kembali ke Musik
KONI DIY Perkuat Ekosistem Olahraga melalui Penandatanganan PKS dan MoU dengan Berbagai Mitra, UMY Jadi Salah Satu Mitra Strategi
Rektor UMY: Kolaborasi dengan KONI DIY Perkuat Pendidikan, Kesehatan, dan Riset Olahraga
Upaya UWM Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan Sonopakis Melalui Inkubasi Bisnis
Eks Lurah Condongcatur Ditahan, Korupsi Tanah Kas Desa Terbongkar di Sleman
Tak Perlu Nominal Besar, Dosen UMY Jelaskan Rahasia Menabung Konsisten
Pelatihan Koperasi Merah Putih Harus Berbasis Kompetensi, Bukan Semi-Militer
Purna Tugas Setelah 30 Tahun Mengabdi, Kadinkes Yogyakarta Dikenang atas Dedikasi dan Inovasi

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:33 WIB

Ruzan & Vita Siap Rilis MV “Takkan Berpisah”, Sajikan Kisah Cinta dan Perjalanan Kembali ke Musik

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:09 WIB

KONI DIY Perkuat Ekosistem Olahraga melalui Penandatanganan PKS dan MoU dengan Berbagai Mitra, UMY Jadi Salah Satu Mitra Strategi

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:33 WIB

Rektor UMY: Kolaborasi dengan KONI DIY Perkuat Pendidikan, Kesehatan, dan Riset Olahraga

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:38 WIB

Agribisnis UMY Kembangkan Mode Petani pada Aplikasi MyINDAH Diet untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:13 WIB

Upaya UWM Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan Sonopakis Melalui Inkubasi Bisnis

Berita Terbaru