Upaya UWM Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan Sonopakis Melalui Inkubasi Bisnis

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎ Tim pengabdian Universitas Widya Mataram mendampingi Perempuan Kepala Keluarga dan penggerak Dasa Wisma di Bantul

‎ Tim pengabdian Universitas Widya Mataram mendampingi Perempuan Kepala Keluarga dan penggerak Dasa Wisma di Bantul

JOGJAOKE.COM, ‎BANTUL – Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta terus mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui program Inkubasi Bisnis Intensif (Private Coaching) dan stimulus bantuan alat produksi bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) serta penggerak Dasa Wisma di Desa Sonopakis, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.

Program yang dipimpin dosen Program Studi Akuntansi, Nisfatul Izzah, S.E., M.A., ini digelar pada 20 April dan 5 Mei 2026 sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat melalui pendampingan usaha berkelanjutan.

Nisfatul Izzah mengatakan, program tersebut dirancang untuk membantu perempuan membangun usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kami tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendampingi peserta secara langsung agar mampu menerjemahkan perencanaan bisnis ke dalam praktik usaha sehari-hari.

‎”Harapannya, usaha yang dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga,” ujar Nisfatul.

Melalui pendampingan intensif tersebut, lahir dua usaha ultra mikro baru, yakni Bakmi Jiwo milik Ibu Daris dan Nasi Kepel NN milik Ibu Wati yang merupakan perempuan kepala keluarga.

Keduanya telah menyusun perencanaan usaha menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) sebagai pijakan untuk mengembangkan bisnis secara lebih terarah.

Selain itu, program juga membuka peluang perluasan pasar, baik di lingkungan masyarakat maupun kalangan mahasiswa, dengan target peningkatan pendapatan rumah tangga sebesar 10 hingga 20 persen.

Menurut Nisfatul, keberhasilan program tidak hanya diukur dari munculnya usaha baru, tetapi juga dari kemampuan peserta mengelola bisnis secara mandiri.

“Melalui inkubasi bisnis dan pemberian stimulus alat produksi maupun modal kerja, kami ingin membangun fondasi kewirausahaan yang kuat bagi para perempuan, sehingga mereka memiliki kepercayaan diri dan kapasitas untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” tegasnya.

Hasil monitoring dan evaluasi pada pertengahan Juni 2026 menunjukkan perkembangan positif.

Para peserta mulai menerapkan strategi yang telah disusun dalam Business Model Canvas, mulai dari meningkatkan kebersihan produk sebagai nilai tambah hingga memperkuat hubungan dengan pelanggan melalui pelayanan yang lebih ramah dan komunikatif.

Pendampingan juga dilakukan secara fleksibel melalui metode home visit agar peserta dapat memperoleh solusi yang sesuai dengan kondisi usahanya.

Nisfatul menegaskan, program pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen UWM dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi antara kampus dan masyarakat mampu melahirkan semakin banyak pelaku usaha mikro yang tangguh, mandiri, serta berkontribusi dalam memperkuat ekonomi keluarga dan pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ADY)

Berita Terkait

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan
OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta
Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat
Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan
Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit
GPM Tegaskan Independensi, Marhaenisme Tetap Jadi Garis Perjuangan Organisasi
Ekonomi Digital Makin Beragam, Pemkot Yogyakarta Masukkan Kreator Konten dalam Pendataan UMKM
Pameran Batik Kontemporer Prawirotaman Angkat Karya dan Kreativitas Pembatik Muda

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:19 WIB

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:15 WIB

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit

Berita Terbaru

Yogyakarta

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:15 WIB