Tak Perlu Nominal Besar, Dosen UMY Jelaskan Rahasia Menabung Konsisten

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Ekonomi Syariah FSIP UMY, Satria Utama, S.E.I., M.E.I.,

Dosen Ekonomi Syariah FSIP UMY, Satria Utama, S.E.I., M.E.I.,

JOGJAOKE.COM,YOGYAKARTA – Membangun kebiasaan menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar. Yang terpenting adalah konsisten menyisihkan sebagian pendapatan agar tujuan keuangan jangka panjang dapat tercapai. Seiring berkembangnya teknologi digital, masyarakat juga semakin dimudahkan melalui berbagai layanan keuangan yang membantu membangun kebiasaan tersebut.

Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Satria Utama, S.E.I., M.E.I., menegaskan bahwa salah satu prinsip utama dalam perencanaan keuangan adalah menempatkan tabungan sebagai prioritas, bukan sekadar menyisakan uang di akhir bulan.

“Salah satu prinsip penting dalam perencanaan keuangan adalah menjadikan tabungan sebagai prioritas sejak menerima pendapatan. Setelah itu baru digunakan untuk kebutuhan konsumsi. Selama ini yang sering terjadi justru pendapatan dihabiskan lebih dulu, lalu kalau masih ada sisa baru ditabung. Akibatnya, menabung hanya menjadi niat yang sulit diwujudkan,” jelasnya kepada Humas UMY, Rabu (1/7).

Menurut Satria, perkembangan layanan perbankan digital dapat membantu masyarakat membangun disiplin finansial. Berbagai fitur, seperti autodebet, tabungan rutin, hingga pengelompokan dana melalui aplikasi perbankan, memungkinkan seseorang menyisihkan uang secara otomatis setiap kali menerima penghasilan.

“Sekarang _mobile banking_ bukan hanya untuk transaksi. Banyak layanan yang membantu mengelola keuangan, misalnya tabungan rutin melalui autodebet atau fitur pemisahan dana ke beberapa pos kebutuhan. Jadi, setiap menerima pendapatan, sebagian dana bisa langsung disisihkan untuk masa depan sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Selain memanfaatkan teknologi, ia menekankan bahwa konsistensi merupakan faktor terpenting dalam membangun kebiasaan menabung. Masyarakat tidak perlu menunggu memiliki pendapatan besar karena kebiasaan finansial justru terbentuk dari rutinitas menyisihkan uang secara berkala.

Satria juga mengingatkan pentingnya menetapkan tujuan keuangan yang jelas agar motivasi menabung tetap terjaga. Dengan target yang terukur, seseorang akan lebih mudah mempertahankan konsistensi dalam menyisihkan pendapatan untuk kebutuhan masa depan.

Menurutnya, manfaat lain dari menabung sejak dini adalah efek _compounding_, yakni pertumbuhan nilai dana yang berasal dari hasil pengembangan investasi atau tabungan yang terus bertambah seiring waktu. Ia mencontohkan, seseorang yang menabung atau berinvestasi sebesar Rp500 ribu setiap bulan dengan rata-rata imbal hasil delapan persen per tahun berpotensi mengumpulkan sekitar Rp91 juta dalam 10 tahun, meskipun total dana yang disetorkan hanya Rp60 juta.

“Yang membuat nilainya bertambah bukan hanya uang yang kita sisihkan, tetapi juga hasil pengembangannya yang terus menggulung. Karena itu, faktor yang paling menentukan bukan modal awal yang besar, melainkan konsistensi dan waktu. Semakin cepat seseorang memulai, semakin besar manfaat _compounding_ yang bisa diperoleh,” kata Satria.

Saat ini masyarakat memiliki semakin banyak pilihan instrumen untuk menyimpan dan mengembangkan dana, mulai dari tabungan, deposito, tabungan emas digital, hingga investasi di pasar modal. Namun, ia mengingatkan agar semangat menabung dan berinvestasi dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan agar tidak terjebak pada investasi ilegal.

“Jangan sampai sudah memiliki kebiasaan menyisihkan uang, tetapi justru salah memilih instrumen investasi. Karena itu, penting untuk terus belajar dan mencari informasi dari sumber yang tepercaya sebelum mengambil keputusan keuangan,” tutupnya. (gla)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas
Indonesia Mesti Naik Kelas! Ketua PII DIY Pacu Reindustrialisasi Berbasis Inovasi dan SDM Keinsinyuran
UMY Siapkan SMP MSUS Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru
UMY Siapkan SMP MSUS, Padukan Sains dan Nilai Islam, Target Beroperasi 2027
Jamaah Karomah Istiqomah Salurkan 20 Tangki Air Bersih ke Sambeng
KADIN DIY Guncang 2026: UMKM Naik Kelas, Ekonomi Rakyat Menang
Suami Orang Terus Diajak Keluar, Dugaan Kedekatan Jadi Sorotan
KADIN DIY Pacu UMKM Naik Kelas, Bidik Pasar Global

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:09 WIB

UMY Siapkan SMP MSUS Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:03 WIB

UMY Siapkan SMP MSUS, Padukan Sains dan Nilai Islam, Target Beroperasi 2027

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Jamaah Karomah Istiqomah Salurkan 20 Tangki Air Bersih ke Sambeng

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:11 WIB

KADIN DIY Guncang 2026: UMKM Naik Kelas, Ekonomi Rakyat Menang

Berita Terbaru