Indonesia dan UNCTAD Siapkan Creative Economy Outlook 2026 untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Swiss – Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsa, melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal United Nations Conference Trade and Development (UNCTAD), Rebeca Grynspan, di kantor pusat UNCTAD, Jenewa, Swiss, Kamis (4/12).

Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk memperkuat kerja sama strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sekjen UNCTAD menyampaikan apresiasi dan pengakuan terhadap upaya Indonesia dalam pengembangan Ekraf. Ia menilai langkah yang dilakukan Indonesia dapat dijadikan contoh pengembangan di negara berkembang.

Indonesia dinilai berhasil membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Indonesia menunjukkan bagaimana ekonomi kreatif dapat menjadi pilar pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di negara berkembang. Pengalaman Indonesia sangat relevan untuk dijadikan referensi global,” ujar Sekjen UNCTAD, Rebeca Grynspan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsa menyampaikan bahwa pengakuan dari UNCTAD merupakan penguatan atas arah kebijakan Presiden Prabowo dalam pengembangan Ekraf nasional.

“Pengakuan dari UNCTAD ini menjadi bukti bahwa langkah penguatan ekosistem Ekraf yang sedang kita bangun berada pada jalur yang tepat. Indonesia siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya negara berkembang lainnya,” ujar Teuku Riefky.

Kemenekraf dan UNCTAD menyepakati kerja sama penyusunan “Creative Economy Outlook 2026” yang direncanakan diluncurkan pada Oktober 2026. Publikasi ini akan memberikan penekanan pada kebijakan ekonomi kreatif yang tengah diimplementasikan Indonesia dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan, transformasi digital, serta penguatan daya saing global.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk menggelar kegiatan bersama (co-organize international program) yang direncanakan masuk bagian dari rangkaian “World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026” yang akan digelar pada Oktober 2026.

“Kami menyambut baik inisiatif dan komitmen dari UNCTAD, khususnya terkait usulan kegiatan bersama yang dapat memperkuat jejaring global, membuka peluang kolaborasi bisnis, serta meningkatkan promosi produk kreatif kita di pasar internasional”, imbuh Teuku Riefky.

Lebih lanjut, UNCTAD turut menyatakan dukungan teknis dan kebijakan kepada Indonesia, khususnya dalam:
– Analisis dan rekomendasi penguatan Undang-Undang Ekonomi Kreatif (UU Ekraf);
– Penguatan Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif (Rindekraf); serta
– Pengembangan skema pembiayaan berbasis Kekayaan Intelektual (KI).

MenEkraf menegaskan bahwa kerjasama ini sangat strategis yang akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi ekonomi nasional berbasis kreativitas dan inovasi.

“Kolaborasi dengan UNCTAD ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat Ekraf dunia, sekaligus memperluas kontribusi sektor Ekraf terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” tutup Teuku Riefky.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional, Sidharto R. Suryodiputro. Sedangkan Sekjen UNCTAD didampingi oleh Director DITC, Luz Maria de la Mora, dan PIC on Creative Economy, Marisa Henderson.

UNCTAD merupakan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfokus pada isu pembangunan berkelanjutan, khususnya di negara berkembang. UNCTAD juga dikenal sebagai lembaga yang konsisten memberikan penelitian, analisis, data, serta rekomendasi kebijakan terkait perdagangan, investasi, dan pembangunan global.

Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Untuk informasi terkini terkait Kementerian Ekonomi Kreatif,
kunjungi https://ekraf.go.id/news. (*)

Berita Terkait

JD Vance: Unggahan Trump di Truth Social Tidak Dimaksudkan Serius
Xi Jinping Ajak Spanyol Pertahankan Supremasi Hukum di Tengah Konflik Geopolitik
Kebijakan Iran di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan Energi Global
Kebuntuan Diplomasi Iran-AS Soroti Kompleksitas Konflik Timur Tengah
Jean-Pierre Lacroix Kecam Keras Serangan yang Tewaskan Pasukan Indonesia di Lebanon
Indonesia Berpartisipasi dalam CSW70 PBB, Tri Tito Karnavian Hadiri Rangkaian Sidang
Serangan AS–Israel Tewaskan Ali Khamenei, Iran Resmi Nyatakan Masa Berkabung 40 Hari
Kerja Sama BPJPH dan Saudi Halal Center Berlaku Lima Tahun, Fokus Integrasi Sistem

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:24 WIB

JD Vance: Unggahan Trump di Truth Social Tidak Dimaksudkan Serius

Rabu, 15 April 2026 - 10:19 WIB

Xi Jinping Ajak Spanyol Pertahankan Supremasi Hukum di Tengah Konflik Geopolitik

Senin, 13 April 2026 - 11:21 WIB

Kebijakan Iran di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan Energi Global

Senin, 13 April 2026 - 11:17 WIB

Kebuntuan Diplomasi Iran-AS Soroti Kompleksitas Konflik Timur Tengah

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:36 WIB

Jean-Pierre Lacroix Kecam Keras Serangan yang Tewaskan Pasukan Indonesia di Lebanon

Berita Terbaru

Jogja

Tennis Room Package Loman Park Hotel Ajak Tamu Aktif

Selasa, 21 Apr 2026 - 09:40 WIB