DPRD DIY Dorong Normalisasi Bendung Widoro untuk Pulihkan Irigasi Warga Candibinangun

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi C DPRD DIY melakukan Kunjungan Dalam Daerah (KDD) ke Kalurahan Candibinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Senin (13/10/2025), guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kerusakan Bendung Widoro. (Dok DPRD)

Komisi C DPRD DIY melakukan Kunjungan Dalam Daerah (KDD) ke Kalurahan Candibinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Senin (13/10/2025), guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kerusakan Bendung Widoro. (Dok DPRD)

JOGJAOKE.COM, Sleman – Komisi C DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan Kunjungan Dalam Daerah (KDD) ke Kalurahan Candibinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Senin (13/10/2025), guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kerusakan Bendung Widoro yang menjadi sumber irigasi utama di wilayah tersebut.

Bendung yang mengatur aliran air pertemuan Kali Boyong dan Kali Code itu telah mengalami kerusakan akibat banjir dan curah hujan tinggi beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mengakibatkan terganggunya aliran air ke lahan pertanian dan kolam perikanan milik warga.

“Bendung ini vital bagi irigasi sawah dan tanaman warga. Jika tidak segera diperbaiki, air akan terbuang percuma. Kami berharap bendung ini dapat difungsikan kembali agar masyarakat merasakan manfaatnya,” kata Lurah Candibinangun, Sarwoko, S.H., S.E.

Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, S.I.Kom., menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Opak–Oyo (BBWSO) untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Komisi C juga meninjau langsung kondisi lapangan guna memastikan tindak lanjut teknis dapat segera dilakukan.

“Kami responsif terhadap aspirasi masyarakat. Soal bendung dan saluran air ini, kami hadir bersama BBWSO untuk melihat langsung kondisi faktualnya,” ujar Nur.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMKal) Candibinangun, Sukrino, menambahkan bahwa selama ini bendung Kali Widoro dibangun dan dirawat secara swadaya oleh warga. Namun, sejak jebol dua hingga tiga tahun lalu, masyarakat kesulitan memperbaikinya tanpa dukungan pemerintah.

“Bendung ini mengairi sekitar lima hingga enam hektar sawah dan kolam ikan. Kami berharap dapat diperbaiki menjadi bendung permanen agar manfaatnya lebih optimal,” tutur Sukrino.

Komisi C DPRD DIY berkomitmen untuk terus memantau tindak lanjut usulan perbaikan Bendung Widoro melalui koordinasi lintas instansi. Harapannya, sistem irigasi di Candibinangun dapat segera kembali berfungsi demi mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan warga. (ihd)

Berita Terkait

KBRI Canberra Gencarkan Sosialisasi Beasiswa melalui Program Scholarship Talks, Dorong Akses Studi ke Australia
Penandatanganan MoU di Seoul, UMY Tingkatkan Internasionalisasi Pendidikan
JD Vance: Unggahan Trump di Truth Social Tidak Dimaksudkan Serius
Xi Jinping Ajak Spanyol Pertahankan Supremasi Hukum di Tengah Konflik Geopolitik
Kebijakan Iran di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan Energi Global
Kebuntuan Diplomasi Iran-AS Soroti Kompleksitas Konflik Timur Tengah
Jean-Pierre Lacroix Kecam Keras Serangan yang Tewaskan Pasukan Indonesia di Lebanon
Indonesia Berpartisipasi dalam CSW70 PBB, Tri Tito Karnavian Hadiri Rangkaian Sidang

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 09:13 WIB

KBRI Canberra Gencarkan Sosialisasi Beasiswa melalui Program Scholarship Talks, Dorong Akses Studi ke Australia

Jumat, 24 April 2026 - 13:42 WIB

Penandatanganan MoU di Seoul, UMY Tingkatkan Internasionalisasi Pendidikan

Rabu, 15 April 2026 - 10:24 WIB

JD Vance: Unggahan Trump di Truth Social Tidak Dimaksudkan Serius

Rabu, 15 April 2026 - 10:19 WIB

Xi Jinping Ajak Spanyol Pertahankan Supremasi Hukum di Tengah Konflik Geopolitik

Senin, 13 April 2026 - 11:21 WIB

Kebijakan Iran di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan Energi Global

Berita Terbaru