Selasa, 31 Maret 2026
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, dalam pernyataannya di Markas Besar PBB di New York, mengutuk keras insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran dalam kondisi apa pun.
“Dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur. Dua lainnya terluka, satu di antaranya dalam kondisi serius,” ujar Lacroix.
Insiden itu terjadi hanya sehari setelah serangan lain menewaskan satu personel Indonesia ketika proyektil menghantam pangkalan misi di Ett Taibe. Dalam peristiwa tersebut, satu prajurit lain mengalami luka berat dan harus dirujuk ke rumah sakit di Beirut.
PBB menyatakan tengah melakukan investigasi untuk mengungkap kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas rangkaian serangan tersebut. Di tengah situasi yang kian berbahaya, UNIFIL menegaskan akan tetap menjalankan mandat yang diberikan oleh Dewan Keamanan PBB.
Lacroix juga menyerukan kepada semua pihak yang bertikai untuk menghentikan segala tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian serta mematuhi kewajiban internasional dalam menjamin keselamatan mereka.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya mengonfirmasi gugurnya satu prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di Adchit Al Qusayr, Minggu (29/3). Tiga prajurit lainnya—Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan—mengalami luka-luka, dengan satu di antaranya dalam kondisi serius.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan seluruh korban luka telah dievakuasi ke fasilitas medis. Praka Rico yang mengalami luka berat saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit St. George, Beirut.
Data UN Peacekeeping per Januari 2026 mencatat sebanyak 756 personel Indonesia tergabung dalam misi UNIFIL di Lebanon. Kontribusi ini menegaskan peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan konflik, sekaligus menempatkan prajuritnya di garis depan risiko keamanan global. (ihd)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Senin, 27 April 2026 - 09:13 WIB
KBRI Canberra Gencarkan Sosialisasi Beasiswa melalui Program Scholarship Talks, Dorong Akses Studi ke AustraliaJumat, 24 April 2026 - 13:42 WIB
Penandatanganan MoU di Seoul, UMY Tingkatkan Internasionalisasi PendidikanRabu, 15 April 2026 - 10:24 WIB
JD Vance: Unggahan Trump di Truth Social Tidak Dimaksudkan SeriusRabu, 15 April 2026 - 10:19 WIB
Xi Jinping Ajak Spanyol Pertahankan Supremasi Hukum di Tengah Konflik GeopolitikSenin, 13 April 2026 - 11:21 WIB
Kebijakan Iran di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan Energi GlobalBerita Terbaru
Nasional
Presiden Prabowo Dorong Penanganan Sampah Lewat Teknologi Pengolah Energi Listrik
Senin, 11 Mei 2026 - 20:56 WIB
Banten
KESTI TTKKDH Pandeglang Teguhkan Komitmen Jaga Persatuan dan Budaya Lokal
Senin, 11 Mei 2026 - 20:52 WIB
Nasional
Kemendagri Dorong Pemda dan Kementan Perkuat Produksi Cabai Merah untuk Tekan Inflasi
Senin, 11 Mei 2026 - 20:50 WIB
Nasional
Pembangunan Huntap Penyintas Hidrometeorologi di Sumatera Terus Dikebut Bertahap
Senin, 11 Mei 2026 - 20:43 WIB
Jogja
Pemkot Yogyakarta Data Ulang Daycare, Puluhan Belum Kantongi Izin Operasional
Senin, 11 Mei 2026 - 20:31 WIB
