Yogyakarta Kukuhkan Duta Baca dan Bunda Literasi untuk Perkuat Budaya Membaca

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengukuhan Duta Baca dan Bunda Literasi Kota Yogyakarta di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (18/11/2025). (Dok Pemkot)

Pengukuhan Duta Baca dan Bunda Literasi Kota Yogyakarta di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (18/11/2025). (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta mengukuhkan Duta Baca dan Bunda Literasi Kota Yogyakarta di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (18/11/2025). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya membaca di masyarakat melalui peran tokoh-tokoh penggerak literasi.

Dalam kesempatan tersebut, Maya Ferry Oktavia ditetapkan sebagai Duta Baca kategori umum, sementara Mutiara Najumah Muharam terpilih sebagai Duta Baca kategori pelajar. Di sisi lain, Wakil Ketua TP PKK Kota Yogyakarta, Siti Hafsa, resmi didapuk sebagai Bunda Literasi Kota Yogyakarta, didampingi 14 bunda literasi tingkat kemantren yang merupakan istri para Mantri Pamong Praja.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Afia Rosdiana, menjelaskan bahwa peran Duta Baca dan Bunda Literasi menjadi strategi penting dalam memperkuat gerakan literasi yang merata. Menurutnya, literasi tidak hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga tentang membangun daya kritis, wawasan, dan kepercayaan diri masyarakat.

“Dengan kolaborasi pegiat literasi, keluarga, dan generasi muda, Yogyakarta ingin menegaskan komitmennya sebagai kota yang tumbuh melalui budaya membaca,” ujar Afia. Ia menambahkan, pemilihan Duta Baca yang digelar pada September 2025 melibatkan berbagai komunitas literasi sebagai bagian dari upaya pembudayaan kegemaran membaca.

Afia menekankan bahwa Duta Baca diharapkan menjadi teladan, inspirator, sekaligus motivator bagi masyarakat. Adapun Bunda Literasi, dari tingkat kota hingga kemantren, berperan mendorong literasi dalam keluarga dan lingkungan sosial.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyambut baik pengukuhan tersebut dan menilai langkah ini sebagai terobosan untuk meningkatkan kesadaran membaca di masyarakat. Ia mengatakan bahwa minat baca masih perlu ditumbuhkan secara lebih serius dan berkelanjutan.

“Membaca itu penting. Kita harus meningkatkan kesadaran membaca literatur, tidak hanya berhenti pada angka kunjungan atau jumlah buku di perpustakaan,” kata Hasto.

Ia menambahkan, literasi adalah kemampuan memahami makna, bukan sekadar membaca teks. Hasto mencontohkan aktivitas memasak sebagai hal sederhana yang menunjukkan pentingnya pemahaman: seseorang tidak cukup hanya membaca resep, tetapi perlu memahami kandungan bahan makanan dan proses pengolahannya. (ihd)

Berita Terkait

Wamira dan KKMP Disinergikan, Pemkot Yogya Perluas Distribusi Sembako dan Kendalikan Inflasi
Pemkot Yogya Buka Posko Konsultasi THR 2026, Layanan Daring hingga Mediasi Disiapkan
50 Gerobak PGN untuk Yogyakarta:  Kotagede Ditargetkan ‘Tanpa Rumput’
Stok Aman, Harga Pangan di Yogya Naik Wajar pada Pekan Kedua Ramadan
Pemkot Yogyakarta dan Muhammadiyah Kolaborasi Kampung Tematik Brontokusuman
Madrasah Quran Ramadan Warnai Pembinaan ASN Pemkot Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta Pastikan Mutu dan Keamanan Bahan Pangan Selama Ramadan
Pemkot Yogya Perkuat Talud Tiga Sungai Sepanjang 36 Kilometer, 30 Persen Masih Bertahap

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:36 WIB

Wamira dan KKMP Disinergikan, Pemkot Yogya Perluas Distribusi Sembako dan Kendalikan Inflasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:54 WIB

Pemkot Yogya Buka Posko Konsultasi THR 2026, Layanan Daring hingga Mediasi Disiapkan

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:21 WIB

50 Gerobak PGN untuk Yogyakarta:  Kotagede Ditargetkan ‘Tanpa Rumput’

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:36 WIB

Stok Aman, Harga Pangan di Yogya Naik Wajar pada Pekan Kedua Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:37 WIB

Pemkot Yogyakarta dan Muhammadiyah Kolaborasi Kampung Tematik Brontokusuman

Berita Terbaru