Achmad Dimyati Natakusumah Tekankan Nilai Strategi dan Kesabaran dalam Turnamen Catur

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Pandeglang – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah membuka Turnamen Catur Perorangan “Dimyati Cup” yang digelar di kawasan wisata Pesona Curug Goong, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (25/4/2026). Ia mengapresiasi atas terselenggaranya turnamen catur di lokasi wisata alam yang dinilainya memiliki suasana indah dan menenangkan.

“Ini tempatnya indah sekali, menarik sekali, wisata alam, dan saya rasa ini nuansanya nuansa alami,” ungkap Dimyati.

Menurutnya, nuansa alami seperti di Curug Goong mampu memberikan kenyamanan bagi para peserta sehingga dapat bertanding dengan fokus dan tanpa tekanan. Olahraga catur bukan sekadar permainan, tetapi juga sarana pembelajaran kehidupan, terutama dalam hal kesabaran dan strategi. Catur mengajarkan pemain untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.

“Catur itu mengajarkan kita hidup sabar. Kalau tidak sabar, pasti kalah. Sabar dalam menyerang, sabar dalam bermain, dan sabar dalam menentukan langkah,” katanya.

Selain itu, catur juga melatih pola pikir jangka panjang. Dimyati menjelaskan kemenangan dalam catur tidak ditentukan oleh langkah cepat, melainkan oleh perencanaan matang dan visi ke depan.

“Catur mengajarkan kita berpikir jangka panjang, bukan jangka pendek. Kalau ingin cepat selesai tanpa strategi, tidak akan menang,” imbuhnya.

Dimyati menyebutkan catur juga mencerminkan proses regenerasi dan strategi dalam kehidupan. Dalam permainan, bidak kecil dapat berkembang menjadi lebih kuat jika dimainkan dengan tepat.

“Bidak itu bisa menjadi jenderal. Ini mengajarkan kita bahwa setiap peran punya peluang untuk berkembang,” katanya.

Selain itu, Dimyati juga menyoroti nilai strategis dalam catur, termasuk kemampuan membaca kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan. Ia menilai hal tersebut selaras dengan konsep SWOT yang juga digunakan dalam dunia usaha dan pemerintahan.

Menurutnya, tidak mengherankan jika banyak pecatur memiliki kemampuan berpikir strategis yang baik, termasuk di bidang politik dan bisnis. Ia juga menilai catur sebagai olahraga yang sederhana dan terjangkau, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

“Catur itu olahraga murah meriah, cukup papan dan alat saja,” imbuhnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 113 peserta yang terdiri dari pecatur lokal asal Provinsi Banten hingga luar Banten. Peserta juga ada dari luar kota seperti Depok dan Bekasi.(lsi)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Muslimat Nahdlatul Ulama Teguhkan Kemandirian dan Peradaban di Usia ke-80
Nilai Kearifan Lokal Kanekes Diangkat dalam Prosesi Seba Baduy di Banten
Ribuan Warga Ikuti Seba Baduy 2026, Pemprov Banten Dukung Kelestarian Adat
Ketua TP PKK Banten Dorong Edukasi dan Anti Diskriminasi terhadap Penderita HIV/AIDS
Sitandu Diproyeksikan Jadi Agroeduwisata, Ketua TP PKK Banten Apresiasi Potensinya
Ikuti SE Tito Karnavian, Pemprov Banten Siapkan Kebijakan Pajak Kendaraan Listrik
Gerakan Indonesia ASRI, Banten Gencarkan Penanaman Mangrove di Kawasan Industri
Peringatan Hari Angkutan Nasional, Polda Banten Perkuat Edukasi Keselamatan

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:20 WIB

Achmad Dimyati Natakusumah Tekankan Nilai Strategi dan Kesabaran dalam Turnamen Catur

Sabtu, 25 April 2026 - 21:04 WIB

Muslimat Nahdlatul Ulama Teguhkan Kemandirian dan Peradaban di Usia ke-80

Sabtu, 25 April 2026 - 08:51 WIB

Ribuan Warga Ikuti Seba Baduy 2026, Pemprov Banten Dukung Kelestarian Adat

Sabtu, 25 April 2026 - 08:44 WIB

Ketua TP PKK Banten Dorong Edukasi dan Anti Diskriminasi terhadap Penderita HIV/AIDS

Sabtu, 25 April 2026 - 08:39 WIB

Sitandu Diproyeksikan Jadi Agroeduwisata, Ketua TP PKK Banten Apresiasi Potensinya

Berita Terbaru