Imperial Digital Printing Hadirkan Revolusi Warna, Layani 24 Jam Nonstop

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Imperial Digital Printing resmi membuka toko barunya di Jalan Menteri Supeno No. 47, Rabu (29/10/2025).

‎Langkah ini menandai ekspansi besar pelopor percetakan kreatif asal Yogyakarta yang siap memperluas layanan dan memperkenalkan teknologi cetak paling mutakhir.

‎“Kami ingin menjadi bagian dari gerakan kreatif yang tak terbatas,” ujar Setia Budi, Direktur Imperial Digital Printing.

‎Didirikan sejak 2018, Imperial Digital Printing dikenal luas dengan slogan ‘Mitra Cetak Andalan Anda’.

‎Kini, mereka melangkah lebih jauh lewat tema ‘Beyond Printing, Unlimited Creativity’ yang menegaskan semangat inovasi tanpa batas.

‎Dalam peresmian tersebut, Imperial memperkenalkan mesin canggih Fujifilm Revoria Press 1120, yang mampu menghasilkan warna pink spesial dengan resolusi tinggi 2.400 x 2.400 dpi.

‎“Hasil cetaknya lebih hidup dan natural, terutama untuk warna kulit manusia,” jelas Setia Budi.

‎Tak hanya mengandalkan teknologi, Imperial juga menggaet pelanggan lewat berbagai kegiatan interaktif.

‎Dalam grand opening, pengunjung disambut promo spesial seperti diskon 10 persen, hadiah untuk 50 pembeli pertama, serta Night Run berhadiah doorprize menarik.

‎Imperial juga menghadirkan layanan 24 jam nonstop, memungkinkan pelanggan mencetak kapan saja.

‎“Kami ingin pelanggan merasakan pengalaman cetak yang benar-benar berbeda,” tegasnya.

‎Kepala DPAD DIY, Kurniawan, mengapresiasi kehadiran layanan baru ini. Ia menyebut perkembangan percetakan digital berperan besar dalam dunia pendidikan dan literasi.

‎“Teknologi ini memungkinkan pencetakan lebih aman dan efisien, bahkan untuk bahan yang sensitif seperti buku pelajaran,” ujarnya.

‎Dukungan layanan 24 jam, tambahnya, akan sangat membantu pemenuhan kebutuhan cetak di berbagai sektor dengan cepat dan tepat waktu.

‎Seniman dan budayawan Didik Nini Thowok juga menilai kehadiran Imperial sebagai angin segar bagi dunia seni.

‎“Arsip budaya dan literatur tari masih minim. Digital printing seperti ini bisa jadi penyelamat,” katanya.

‎Dengan kombinasi inovasi, layanan cepat, dan komitmen sosial, Imperial Digital Printing menegaskan diri bukan sekadar percetakan – tetapi mitra kreatif yang mencetak ide, kolaborasi, dan inspirasi tanpa batas.

(waw)

Berita Terkait

‎Sarasehan Budaya Ungkap Pesan Leluhur Tegal Menjaga Alam
BGN DIY Buka Hotline Lapor Mas Kareg, Awasi Program MBG
‎Nuzulul Qur’an Teguhkan Cahaya Peradaban Saat Dunia Dilanda Krisis
UMY Dampingi Wirokerten Transformasi Digital Desa Wisata Berbasis Keamanan Siber
‎Forum Inklusi Muhammadiyah Dorong Kemandirian Akar Rumput dan Solidaritas Ramadan
‎Pria Bersurjan dan Kebaya Syiar Budaya, Ngemong Generasi Muda
‎Relawan MBG DIY Bersatu, 5.000 Orang Ikrar Benahi Layanan
‎BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene Sanitasi

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:46 WIB

‎Sarasehan Budaya Ungkap Pesan Leluhur Tegal Menjaga Alam

Senin, 9 Maret 2026 - 11:56 WIB

BGN DIY Buka Hotline Lapor Mas Kareg, Awasi Program MBG

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

‎Nuzulul Qur’an Teguhkan Cahaya Peradaban Saat Dunia Dilanda Krisis

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:32 WIB

UMY Dampingi Wirokerten Transformasi Digital Desa Wisata Berbasis Keamanan Siber

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:45 WIB

‎Forum Inklusi Muhammadiyah Dorong Kemandirian Akar Rumput dan Solidaritas Ramadan

Berita Terbaru