Orientasi Maba UM Indonesia, Wali Kota Bekasi: Gelar Penting, Tapi Ubah Mindset Jauh Lebih Penting

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bekasi – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Indonesia untuk tidak sekadar mengejar gelar akademik, tetapi membangun pola pikir, karakter, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Tri Adhianto saat memberikan pengarahan dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru UM Indonesia. Ia menyebut, memasuki dunia perguruan tinggi merupakan momentum perubahan, dari seorang siswa menjadi mahasiswa yang dituntut lebih aktif dalam berpikir, berdiskusi, serta berani menyampaikan gagasan.

“Dari siswa menjadi mahasiswa. Di sini kalian akan mengenal lebih jauh, berubah warna, berubah gaya, dan berubah cita-cita. Harapannya, semua itu membawa Indonesia menjadi lebih maju,” ujar Tri.

Menurutnya, kampus bukan hanya tempat untuk memperoleh ijazah dan gelar. Lingkungan perguruan tinggi harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta belajar menghargai perbedaan pendapat.

“Berpendapat itu penting. Berdiskusi itu penting. Kuliah penting, mendapatkan gelar penting, tetapi mengubah mindset jauh lebih penting,” katanya.

Tri juga mendorong mahasiswa untuk memiliki orientasi keberhasilan yang lebih luas. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menjadi pribadi yang unggul secara akademik maupun profesional, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Jadilah orang yang unggul, tetapi juga berdampak. Kesuksesan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi bagaimana kita bisa memberikan manfaat untuk orang banyak,” ungkapnya.

Dalam pengarahannya, Tri turut menyoroti perkembangan teknologi digital, khususnya artificial intelligence (AI), yang semakin memengaruhi berbagai bidang pekerjaan dan profesi.

Ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak takut terhadap perkembangan teknologi, tetapi harus mampu beradaptasi dan membangun kemampuan yang tidak hanya bergantung pada teknologi.

“Dunia profesi terus berkembang. AI sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Sebagian pekerjaan bisa diselesaikan dengan teknologi, tetapi AI hanyalah tools. Manusia tetap menjadi pihak yang menggerakkan, menentukan arah dan bagaimana teknologi itu digunakan,” jelasnya.

Karena itu, Tri meminta mahasiswa untuk membangun kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, berpikir kritis, serta memiliki kemampuan beradaptasi.

Dalam kesempatan tersebut, Tri juga membuka ruang diskusi dengan mahasiswa terkait berbagai persoalan dan perkembangan Kota Bekasi.

Ia menilai mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda memiliki ruang untuk memberikan gagasan dan masukan terhadap pembangunan daerah.

Tri bahkan menegaskan keterbukaannya terhadap kritik dan saran dari mahasiswa, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial.

“Saya siap menerima kritik dan saran. Silakan disampaikan langsung maupun melalui media sosial. Pemerintah harus terbuka terhadap masukan, termasuk dari mahasiswa,” tegasnya.

Menutup pengarahannya, Tri memberikan pesan kepada mahasiswa baru melalui semangat PETARUNG yang diharapkan menjadi karakter dalam menjalani proses pendidikan dan kehidupan.

P – Pejuang
E – Empati
T – Tangguh
A – Amanah
R – Responsif
U – Unggul
N – Nasionalisme
G – Gigih

Tri berharap perjalanan mahasiswa di perguruan tinggi tidak berhenti pada pencapaian akademik semata.

“Ketika lulus nanti, jangan hanya membawa ijazah. Bawalah pengalaman, karakter, kemampuan bekerja sama, dan nilai-nilai yang kalian dapatkan selama menjadi mahasiswa,” pesannya.

Ia berharap mahasiswa baru UM Indonesia mampu memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan.

“Jadilah generasi yang unggul, mampu beradaptasi dengan perubahan, tetapi tetap memiliki karakter, kepedulian dan nasionalisme. Jadilah PETARUNG,” pungkasnya.(lsi)

Sumber : Diskominfostandi

Berita Terkait

Perkuat Program Lingkar Keren, Tri Adhianto Rencanakan Berkantor di RW Mulai 2027
Laga Perdana Adhyaksa Bekasi FC diStadion Patriot, Wali Kota Bekasi Hadir Bersama Kajari
Jelang Porprov Jabar XV 2026, Bekasi Gelar Delegate Registration Meeting
Tak Digelar di Masjid, Wali Kota Bekasi Peringati Maulid Nabi di Pasar Baru, Ini Maknanya
Komisi VIII DPR RI Kunjungi Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Bahas Pelayanan dan Penyaluran Bantuan Sosial
Wali Kota Bekasi Pastikan Venue Porprov Jabar 2026 Siap Sambut Atlet dan Penonton
Untuk Memperkuat Pembangunan dan Pelayanan Publik, Wali Kota Bekasi Ajukan Perubahan APBD 2026
Sepanjang Tahun 2026 Wali Kota Bekasi Berhentikan 24 ASN Akibat Indisipliner

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:36 WIB

Orientasi Maba UM Indonesia, Wali Kota Bekasi: Gelar Penting, Tapi Ubah Mindset Jauh Lebih Penting

Sabtu, 19 September 2026 - 20:30 WIB

Perkuat Program Lingkar Keren, Tri Adhianto Rencanakan Berkantor di RW Mulai 2027

Sabtu, 19 September 2026 - 08:10 WIB

Laga Perdana Adhyaksa Bekasi FC diStadion Patriot, Wali Kota Bekasi Hadir Bersama Kajari

Jumat, 18 September 2026 - 10:04 WIB

Jelang Porprov Jabar XV 2026, Bekasi Gelar Delegate Registration Meeting

Jumat, 18 September 2026 - 09:51 WIB

Tak Digelar di Masjid, Wali Kota Bekasi Peringati Maulid Nabi di Pasar Baru, Ini Maknanya

Berita Terbaru