25 Tahun bersama UMY, Ratih Herningtyas Buktikan Dedikasi dan Komitmen Kunci Sukses 

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratih Herningtyas (Dok UMY)

Ratih Herningtyas (Dok UMY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Dalam waktu yang panjang, kampus kerap menjadi saksi sunyi perjalanan seorang akademisi. Di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), kisah itu menjelma dalam jejak langkah Ratih Herningtyas, dosen yang menempuh waktu seperempat abad bukan sebagai rutinitas, melainkan proses.

Ia datang pada awal milenium, 2001, ketika dunia akademik Indonesia tengah beranjak dari pola lama menuju tuntutan global. Di bidang Hubungan Internasional, Ratih memulai peran sebagai pengajar. Namun, seperti banyak kisah yang tak selesai di titik awal, ruang kelas hanyalah pintu masuk bagi perjalanan yang lebih panjang: pembentukan diri.

Di kampus itu, berhenti bukan pilihan. Ia mengisahkan bagaimana dorongan untuk melanjutkan studi, dari sarjana ke magister hingga doktoral, tak sekadar tuntutan administratif, melainkan bagian dari ekosistem yang merawat pertumbuhan. “Selalu ada tantangan untuk berkembang,” ujarnya, singkat, seperti menandai ritme yang tak pernah benar-benar jeda.

Yang menarik, tantangan tak hadir sebagai beban emosional. Tanpa dramatika “duka”, ia memaknai tekanan sebagai mekanisme pembentukan diri. Program peningkatan kompetensi, dari penguatan bahasa Inggris hingga tahsin Alquran, dijalankan secara terstruktur. Pengelompokan berbasis kemampuan dan pelatihan berkelanjutan menjadi bagian dari desain institusional yang nyaris tak memberi ruang stagnasi.

Di titik ini, kampus tak lagi sekadar tempat bekerja, tetapi arena pembentukan identitas. Ratih bukan hanya mengajar, melainkan ikut ditempa. Bahkan, ketika ia menempuh pendidikan magister, dukungan institusi hadir sebagai investasi jangka panjang, sebuah relasi timbal balik antara individu dan lembaga yang saling memperkuat.

Lebih dari dua dekade kemudian, lanskap pendidikan tinggi berubah cepat: reputasi global, publikasi ilmiah, hingga peringkat institusi menjadi kata kunci baru. Namun, bagi Ratih, perubahan itu bukan ancaman, melainkan konsekuensi dari pilihan untuk terus bergerak. “Bukan soal beban, tapi bagaimana kita bertumbuh bersama institusi,” katanya.

Di balik perjalanan panjang itu, terbaca satu pola yang konsisten: personal branding seorang akademisi tidak dibangun dari lompatan instan. Ia tumbuh dari disiplin yang berulang, komitmen yang tak kasatmata, dan keberanian untuk terus berada di luar zona nyaman.

Kisah ini, pada akhirnya, bukan hanya tentang seorang dosen dan kampusnya. Ia adalah cermin kecil dari dunia pendidikan tinggi yang terus bernegosiasi dengan perubahan — bahwa keberhasilan, sering kali, adalah akumulasi dari kesediaan untuk bertahan sekaligus bertumbuh. (aga)

Berita Terkait

Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional
Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi
UMY Tanam Harapan di Lereng Merapi, Greenhouse Cangkringan Jadi Awal Kemandirian Warga
Pakar UMY: Gejolak Timur Tengah Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional
UMY Kukuhkan 1.390 Lulusan, Rektor Tekankan Sinergi Kompetensi Global dan Nilai Kemanusiaan
UMY Kembangkan Akuaponik dari Air Wudhu, Dorong Kemandirian Pangan Warga Sleman
UMY Perkuat Literasi AI di Mindanao, Dorong Tata Kelola Digital Inklusif di ASEAN
Penguatan Pendidikan Islami dan Kaderisasi, Dosen UMY Dampingi Warga Muhammadiyah Merdikorejo

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 11:26 WIB

25 Tahun bersama UMY, Ratih Herningtyas Buktikan Dedikasi dan Komitmen Kunci Sukses 

Rabu, 15 April 2026 - 21:27 WIB

Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 23:22 WIB

Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Minggu, 12 April 2026 - 22:04 WIB

UMY Tanam Harapan di Lereng Merapi, Greenhouse Cangkringan Jadi Awal Kemandirian Warga

Sabtu, 11 April 2026 - 15:38 WIB

Pakar UMY: Gejolak Timur Tengah Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional

Berita Terbaru