JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta optimistis target kunjungan wisatawan selama periode libur Lebaran 2026 dapat tercapai. Hingga H+4 Lebaran, jumlah kunjungan tercatat mencapai 668.000 wisatawan, mendekati target yang dipatok sebesar 675.000 kunjungan.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, M Zandaru Budi, Rabu (25/3/2026), mengatakan data tersebut masih bersifat sementara karena proses penghitungan masih berlangsung. Angka itu dihimpun dari sejumlah destinasi utama, seperti kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta, Taman Pintar Yogyakarta, serta Kebun Binatang Gembira Loka.
“Target tahun ini 675.000 kunjungan. Dengan capaian sementara ini, kami cukup optimistis bisa terpenuhi,” ujarnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, destinasi favorit wisatawan masih terpusat di ikon Kota Yogyakarta, yakni kawasan Tugu, Malioboro, dan Keraton. Tingginya minat wisatawan ke titik-titik tersebut mendorong pemerintah daerah melakukan pengembangan destinasi alternatif guna mengurai kepadatan.
Beberapa kawasan yang mulai didorong antara lain Kotagede dan Kotabaru. Pengembangan ini diharapkan dapat mendistribusikan arus wisatawan sehingga kenyamanan tetap terjaga, terutama saat lonjakan pengunjung terjadi.
“Jika seluruh wisatawan terpusat di Malioboro hingga melebihi kapasitas, tentu akan berdampak pada kenyamanan. Karena itu, perlu ada pemerataan destinasi,” kata Zandaru.
Di sisi lain, Dinas Pariwisata masih menunggu data rinci terkait rata-rata belanja wisatawan selama libur Lebaran. Namun, laporan sementara dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta menunjukkan tingkat hunian hotel mengalami penurunan dibandingkan prediksi awal.
Kondisi tersebut dinilai bisa dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berharap terdapat peningkatan dari sisi belanja wisatawan dalam beberapa hari ke depan, seiring rampungnya proses rekapitulasi data.
Untuk keseluruhan tahun 2026, Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 11 juta. Hingga triwulan pertama, capaian tersebut dinilai masih berada pada jalur yang realistis, meski tetap dipengaruhi dinamika ekonomi global dan nasional.
“Masih ada sembilan bulan ke depan. Kami tetap optimistis target tahunan bisa tercapai, sambil terus mencermati perkembangan kondisi ekonomi,” ujar Zandaru. (aga/ihd)






