JOGJAOKE.COM, Kulon Progo — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dengan menyiapkan embarkasi haji di Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo. Embarkasi ini dirancang sebagai model pelayanan haji berbasis hotel pertama di Indonesia dan ditargetkan mulai beroperasi pada musim haji 2026.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji RI, Abdul Haris, menyatakan DIY menjadi daerah pertama yang menerapkan konsep embarkasi haji berbasis hotel. Konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan jemaah sekaligus menjadi penopang kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperbaiki tata kelola penyelenggaraan haji.
“Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan embarkasi haji di DIY benar-benar siap dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan haji. Ini menjadi langkah konkret untuk memberikan kepastian kepada jemaah,” ujar Haris saat Simulasi Kedua Operasional Embarkasi dan Debarkasi Haji 1447 Hijriah/2026 M di Hotel Novotel Kulon Progo, Kamis (5/2/2026).
Haris menegaskan, Kementerian Haji RI terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemda DIY dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan seluruh aspek pelayanan dapat berjalan optimal. Meski masih terdapat sejumlah catatan evaluasi, pemerintah menargetkan embarkasi YIA sudah dapat digunakan pada pemberangkatan haji 2026.
“Kami mengapresiasi komitmen Pemda DIY yang sejak awal memberikan dukungan penuh agar embarkasi ini bisa diwujudkan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, saat membacakan sambutan Gubernur DIY, menyampaikan bahwa embarkasi haji tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, melainkan juga mencerminkan wajah pelayanan negara kepada warganya. Pemerintah, menurut dia, dituntut memastikan setiap jemaah berangkat dengan aman, tertib, dan bermartabat.
“Haji bukan semata perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Karena itu, tata kelolanya harus dijalankan dengan kesungguhan. Simulasi ini menjadi tahap pematangan sistem,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi simulasi pertama, tingkat kesiapan operasional embarkasi YIA telah mendekati 80 persen. Alur penerimaan jemaah, akomodasi berbasis hotel, serta mobilisasi menuju bandara dinilai berjalan baik. Namun, masih diperlukan penyempurnaan pada efisiensi layanan, koordinasi lintas petugas, serta fasilitas bagi jemaah lanjut usia dan kelompok rentan.
Pada simulasi kedua, seluruh proses layanan—mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengelolaan dokumen, bea cukai, imigrasi, hingga boarding—dituntut terintegrasi secara presisi tanpa menimbulkan kebingungan maupun keterlambatan.
Pemda DIY pun mengajak seluruh unsur terkait, mulai dari kementerian, TNI-Polri, otoritas bandara, hingga relawan, untuk bekerja dalam satu orkestrasi. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar embarkasi YIA kelak dapat menjadi contoh pelayanan haji yang tertib, cepat, dan humanis di tingkat nasional. (ihd)






