Jalan Malioboro Menuju Kawasan Pedestrian Penuh pada 2026

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uji coba Malioboro sebagai kawasan full pedestrian pada Senin (1/12/2025). (Tribun)

Uji coba Malioboro sebagai kawasan full pedestrian pada Senin (1/12/2025). (Tribun)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemda DIY menargetkan Malioboro menjadi kawasan pedestrian penuh pada 2026 sebagai bagian dari penataan ruang publik berkelanjutan dan pengurangan emisi di pusat Kota Yogyakarta. Kebijakan ini disiapkan secara bertahap dengan penataan lalu lintas, parkir, serta penguatan transportasi ramah lingkungan.

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, target awal penerapan pada 2025 ditunda karena pertimbangan teknis dan sosial. Penataan jalan-jalan penyangga, seperti Jalan Mataram dan Jalan Bhayangkara, menjadi prioritas untuk menampung peralihan arus kendaraan. “Tahun 2026 diharapkan sudah ada indikasi kuat menuju pedestrian penuh,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Pemda DIY memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan melalui pengaturan parkir, logistik usaha, dan penataan pedagang kaki lima. Dishub DIY juga akan membatasi kendaraan berbahan bakar minyak di Malioboro dan mengalihkan akses ke moda ramah lingkungan, seperti becak listrik dan bus listrik.

Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti menegaskan, kebijakan ini ditujukan menghadirkan Malioboro sebagai ruang publik yang nyaman, sehat, dan rendah emisi. Ke depan, skema serupa akan dikaji untuk diterapkan bertahap di sepanjang Sumbu Filosofi Yogyakarta. (ihd)

Berita Terkait

Pemda DIY Tegaskan K3 Bukan Beban, Melainkan Investasi Jangka Panjang
Narasi Tak Cukup Wacana, Sekda DIY: Reputasi Lahir dari Konsistensi Kata dan Karya
Informasi Publik Jadi Kunci Ketangguhan DIY atas Bencana
Pemda DIY Dorong P2DD sebagai Fondasi Digitalisasi Keuangan Daerah
Kejar 6 Persen, DIY Dorong Reformasi Kalurahan dan Kawasan Selatan
DIY Siapkan Embarkasi Haji YIA, Layanan Berbasis Hotel Pertama di Indonesia
DIY Lacak 6.360 Kasus TBC, Skrining Keluarga Jadi Prioritas Pencegahan
Ganti Rugi Lahan JJLS Garongan–Congot Dibayar Bertahap, Target Rampung 2027–2028

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:54 WIB

Pemda DIY Tegaskan K3 Bukan Beban, Melainkan Investasi Jangka Panjang

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:23 WIB

Narasi Tak Cukup Wacana, Sekda DIY: Reputasi Lahir dari Konsistensi Kata dan Karya

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:11 WIB

Informasi Publik Jadi Kunci Ketangguhan DIY atas Bencana

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:32 WIB

Pemda DIY Dorong P2DD sebagai Fondasi Digitalisasi Keuangan Daerah

Senin, 9 Februari 2026 - 20:37 WIB

Kejar 6 Persen, DIY Dorong Reformasi Kalurahan dan Kawasan Selatan

Berita Terbaru

Muhammadiyah meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Jumat (12/2), di Ballroom The University Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

Bersama UMY, Muhammadiyah Luncurkan 24 PPDS di Tujuh PTMA

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:01 WIB