UMY Kampanyekan Gaya Hidup Rendah Emisi lewat Gowes Heritage 2025

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Gowes Heritage 2025 sebagai upaya mengampanyekan gaya hidup rendah emisi melalui budaya bersepeda di kawasan bersejarah Kota Yogyakarta, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini melibatkan dosen serta tenaga kependidikan UMY.

Wakil Rektor UMY Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan Slamet Riyadi mengatakan, bersepeda merupakan langkah sederhana namun nyata untuk menekan emisi karbon dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut dia, kebiasaan memilih moda transportasi ramah lingkungan dapat memberikan dampak jika dilakukan secara konsisten dan kolektif.

“Kegiatan bersepeda ini merupakan upaya kita untuk berkampanye agar dalam aktivitas sehari-hari kita bisa mengurangi emisi karbon,” ujar Slamet.

Gowes bertajuk Wheels of Heritage: Discovering the City’s Timeless Landmarks itu diikuti sekitar 40 peserta dengan rute dimulai dari Rumah Sakit AMC UMY menuju Titik Nol Kilometer, Alun-alun Utara, Keraton Yogyakarta, Tamansari, dan kembali ke Kampus Terpadu UMY.

Slamet menambahkan, bersepeda juga menjadi contoh konkret kontribusi sivitas akademika dalam menjaga lingkungan. Ia menilai, untuk jarak dekat seperti ke warung atau tempat ibadah, masyarakat tidak selalu harus menggunakan kendaraan bermotor.

“Hal-hal kecil seperti ini jika dilakukan bersama akan memberikan dampak,” katanya.

Selain kampanye lingkungan, Gowes Heritage juga dimaksudkan untuk menghidupkan kembali budaya bersepeda di lingkungan kampus dan komunitas UMYGO. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu agenda bersepeda berkelanjutan dengan rute yang lebih panjang ke depan.

“Ini agenda yang membangkitkan kembali gairah kita untuk berolahraga. Ke depan, gowes bisa diagendakan kembali agar budaya hidup sehat dan ramah lingkungan ini terus terjaga,” ucap Slamet.

Dengan melintasi sejumlah ikon sejarah Kota Yogyakarta, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kebersamaan sivitas akademika serta menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya.

“Mari kita seimbangkan aktivitas harian dengan aktivitas fisik. Ketika badan sehat, jiwa pun sehat. Dari situ kita bisa berkontribusi lebih baik, termasuk dalam menjaga lingkungan,” kata Slamet. (ihd)

Berita Terkait

Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional
Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi
UMY Tanam Harapan di Lereng Merapi, Greenhouse Cangkringan Jadi Awal Kemandirian Warga
Pakar UMY: Gejolak Timur Tengah Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional
UMY Kukuhkan 1.390 Lulusan, Rektor Tekankan Sinergi Kompetensi Global dan Nilai Kemanusiaan
UMY Kembangkan Akuaponik dari Air Wudhu, Dorong Kemandirian Pangan Warga Sleman
UMY Perkuat Literasi AI di Mindanao, Dorong Tata Kelola Digital Inklusif di ASEAN
Penguatan Pendidikan Islami dan Kaderisasi, Dosen UMY Dampingi Warga Muhammadiyah Merdikorejo
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:27 WIB

Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 23:22 WIB

Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Minggu, 12 April 2026 - 22:04 WIB

UMY Tanam Harapan di Lereng Merapi, Greenhouse Cangkringan Jadi Awal Kemandirian Warga

Sabtu, 11 April 2026 - 15:38 WIB

Pakar UMY: Gejolak Timur Tengah Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 15:59 WIB

UMY Kukuhkan 1.390 Lulusan, Rektor Tekankan Sinergi Kompetensi Global dan Nilai Kemanusiaan

Berita Terbaru