‎Yuni Satia Soroti Makna Kartini, Bukan Sekadar Kebaya Sanggul

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY menggelar Seminar Kaukus Perempuan Parlemen sebagai bagian dari upaya memperkuat peran perempuan dalam pembangunan bangsa.

‎Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (25/2/2026) Kantor DPD PDI Perjuangan DIY, Bumijo, Jetis, Yogyakarta

‎Seminar peringatan Hari Kartini yang difasilitasi bagi anggota DPRD perempuan menjadi ruang refleksi mendalam tentang makna perjuangan R.A. Kartini.

‎Anggota DPRD DIY Komisi A, Hj. Yuni Satia Rahayu, menegaskan bahwa peringatan Kartini tidak boleh hanya berhenti pada simbol-simbol budaya semata.

‎Yuni mengungkapkan kegelisahannya setelah menerima tulisan dari seorang sesepuh yang menyoroti cara masyarakat memaknai Kartini.

‎“Saya kemarin mendapat kiriman tulisan dari sesepuh PDI, beliau menyampaikan, kok Hari Kartini itu kok sanggulan terus kebaya, ngomong saja nih, mereka itu memahami enggak makna dari perjuangan Kartini,” katanya mengutip isi pesan tersebut.

‎Menurutnya, pemahaman tentang Kartini harus lebih luas dari sekadar simbol emansipasi perempuan.

‎“Kartini itu bukan hanya memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, tetapi Kartini itu juga pejuang kemanusiaan.
‎Emansipasi betul, tapi lebih dari itu,” tegas Yuni.

‎Ia juga menyoroti sisi perjuangan ekonomi Kartini yang kerap terlupakan.

‎“Bu Kartini ini ternyata juga melakukan pembinaan terhadap kelompok pengrajin di Jepara. Bahkan waktu itu kerajinannya sampai dikirim ke Belanda,” ungkapnya.

‎Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus relevan di tengah perubahan zaman yang kian cepat.

Kini, perjuangan itu tidak lagi hanya soal akses pendidikan, tetapi juga kesetaraan peluang di dunia kerja, kepemimpinan, hingga ruang digital.

‎”Perempuan Indonesia masa kini didorong untuk berani bersuara, berkarya, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa,” jelasnya.

Di berbagai sektor, kiprah perempuan semakin terlihat, mulai dari pelaku UMKM, aktivis sosial, hingga pemimpin publik.

“Meneruskan perjuangan Kartini hari ini berarti memastikan perempuan punya kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Semangat ini menjadi pengingat bahwa emansipasi bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan gerakan nyata yang terus diperjuangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Yuni berharap, semangat Kartini dapat diterjemahkan dalam aksi nyata yang memberdayakan perempuan dan masyarakat luas. (anriyani)

Berita Terkait

Optimalisasi Ruang Literasi Desa melalui Pendekatan Kreatif dan Partisipatif
Manasik Haji TK Harapan Gandok Tanamkan Nilai Iman Sejak Dini
‎Brutal! Geng Motor Ngamuk di Baciro Dua Warga Terluka
Polisi Gerebek Daycare Sorosutan, Dugaan Kekerasan Anak Terbongkar
UMY Hadirkan Solusi Nyata, Lapak Digital KoPi Ngaji dan Hibah Listrik untuk Masjid Al-Mukmin
Kartini Bergerak, Rumah Zakat Dorong Ekonomi Perempuan Triwidadi Bangkit
Rumah Zakat Genjot Bank Sampah Olah Plastik Bernilai Tinggi
Pemkot Yogyakarta Buka Ruang Inovasi Generasi Muda Lewat Seleksi Pemuda Pelopor 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:36 WIB

Optimalisasi Ruang Literasi Desa melalui Pendekatan Kreatif dan Partisipatif

Sabtu, 25 April 2026 - 14:46 WIB

Manasik Haji TK Harapan Gandok Tanamkan Nilai Iman Sejak Dini

Sabtu, 25 April 2026 - 13:57 WIB

‎Brutal! Geng Motor Ngamuk di Baciro Dua Warga Terluka

Sabtu, 25 April 2026 - 13:49 WIB

Polisi Gerebek Daycare Sorosutan, Dugaan Kekerasan Anak Terbongkar

Sabtu, 25 April 2026 - 12:42 WIB

UMY Hadirkan Solusi Nyata, Lapak Digital KoPi Ngaji dan Hibah Listrik untuk Masjid Al-Mukmin

Berita Terbaru