JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah melalui Seleksi Pemuda Pelopor 2026. Program yang masih membuka pendaftaran hingga 30 April 2026 ini dinilai menjadi bagian dari strategi pembangunan berbasis partisipasi pemuda sekaligus penguatan kader kepemimpinan masa depan.
Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, mengatakan program tersebut tidak sekadar kompetisi, melainkan instrumen pemerintah untuk mendorong lahirnya gagasan, inovasi, dan aksi nyata dari kalangan pemuda.
“Program ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah, termasuk penguatan peran pemuda, perempuan, dan komunitas marjinal, sekaligus mendukung program unggulan Hasta Jogja Mulia dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing,” kata Mugi.
Ia menjelaskan seleksi Pemuda Pelopor merupakan agenda tahunan yang mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, peraturan pemerintah, serta regulasi daerah terkait pembangunan kepemudaan.
Menurut Mugi, meskipun pemerintah pusat sejak 2025 mulai mengarahkan seleksi kepeloporan pemuda berbasis skema desa, Pemkot Yogyakarta tetap mempertahankan seleksi di tingkat kota sebagai ruang kaderisasi dan pengukuran partisipasi generasi muda dalam pembangunan.
“Kompetisi ini menjadi cara mengukur keterlibatan pemuda dalam pembangunan, sekaligus membangun bank pelopor yakni kumpulan pemuda yang punya kepedulian dan inovasi di berbagai bidang,” ujarnya.
Seleksi tahun ini mencakup lima bidang strategis, yakni pangan, pendidikan, inovasi teknologi, seni budaya, serta pengelolaan sumber daya alam, lingkungan, dan pariwisata. Bidang-bidang tersebut dinilai memiliki relevansi dengan agenda pembangunan daerah sekaligus dapat disinergikan dengan perangkat daerah untuk pembinaan lanjutan.
Hingga saat ini, jumlah pendaftar tercatat 26 orang dengan komposisi seimbang, yakni 13 laki-laki dan 13 perempuan. Pemerintah berharap jumlah peserta terus bertambah hingga penutupan pendaftaran.
Pelaksanaan seleksi juga melibatkan Forum Pemuda Pelopor Kota Yogyakarta (FPPKY), yang beranggotakan alumni dan pemenang tahun-tahun sebelumnya.
Pengurus FPPKY, Muhammad Helmi Rahman, menilai seleksi ini merupakan upaya menemukan kader-kader muda potensial yang mampu memberi dampak sosial nyata.
“Kami ingin mencari permata-permata baru dari kalangan pemuda, yang tidak hanya punya ide, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus FPPKY Pangky Febriantanto menyebut kepeloporan pemuda merupakan salah satu pilar penting dalam membangun daya saing bangsa.
Menurutnya, kepeloporan tidak harus selalu diwujudkan melalui produk fisik, melainkan dapat berupa sistem, gagasan, maupun lembaga yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Yang utama adalah dampak sosial dan kebermanfaatannya,” kata Pangky.
Tahapan seleksi meliputi administrasi, penilaian proposal dan profil kepeloporan, presentasi serta wawancara, hingga verifikasi lapangan. Pemenang dijadwalkan diumumkan pertengahan Juni 2026 dan akan menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Yogyakarta pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang.
Secara politik pembangunan, program ini dinilai menjadi bagian dari upaya Pemkot memperluas ruang partisipasi warga muda dalam proses pembangunan daerah, sekaligus memperkuat regenerasi kepemimpinan di tingkat lokal.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui bit.ly/PPKY26 bagi pemuda ber-KTP Kota Yogyakarta usia 16–30 tahun, dengan panitia juga membuka layanan konsultasi bagi calon peserta yang masih ragu menentukan bidang kepeloporan yang sesuai.
Pemerintah berharap seleksi ini tak hanya melahirkan juara, tetapi juga ekosistem pemuda pelopor yang aktif terlibat dalam agenda pembangunan Kota Yogyakarta. (Aga)






