JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — KAWAL Indonesia menjadi narasumber dalam seminar Character Building yang digelar di Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia, Jumat (24/4/2026), sebagai bagian dari penguatan pembinaan karakter mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.30 WIB hingga 12.00 WIB itu merupakan bagian dari program kemahasiswaan STTII yang rutin menghadirkan forum bedah buku, seminar, dan diskusi pengembangan karakter setiap pekan.
Pihak kampus menyebut seminar tersebut menjadi respons atas kebutuhan pembentukan karakter mahasiswa yang dinilai sama pentingnya dengan penguatan akademik.
“Lembaga pendidikan tidak hanya memperlengkapi mahasiswa secara intelektual, tetapi juga bagaimana mereka memiliki karakter dan kehidupan yang berdampak,” ujar perwakilan bidang kemahasiswaan STTII.
Pemilihan KAWAL Indonesia sebagai narasumber, lanjutnya, berangkat dari masukan alumni dan jejaring kampus yang menilai isu pembangunan karakter menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa, terutama sebagai bekal saat terjun ke masyarakat.
Dalam seminar tersebut, Ketua sekaligus Founder Yayasan Pelayanan KAWAL Indonesia, Sarlin Mataheru, menegaskan bahwa character building education merupakan salah satu fondasi penting dalam dunia pendidikan untuk membangun karakter generasi bangsa.
“Character Building education merupakan salah satu program yang menjadi basis dalam dunia pendidikan untuk membangun karakter generasi bangsa,” ujar Sarlin.
Menurutnya, pembentukan karakter tidak dibangun dari hal-hal besar semata, tetapi justru bertumbuh dari kebiasaan sederhana yang kerap dianggap sepele, seperti mengucapkan terima kasih, maaf, dan permisi.
Sarlin juga menyoroti pentingnya membangun karakter melalui ucapan sederhana “terima kasih”, yang dinilai mampu melahirkan nilai kerendahan hati, ketulusan, hingga kejujuran.
“Hal kecil sering dianggap sepele, padahal justru dari situ karakter dibangun. Ucapan terima kasih itu sederhana, tetapi dampaknya besar,” katanya.
Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami bahwa karakter sejati justru terlihat saat seseorang tidak sedang dilihat orang lain. Ia menekankan bahwa nilai-nilai dasar atau basic manners memiliki peran penting dalam membentuk integritas seseorang.
Seminar tersebut mengangkat pendekatan pembentukan karakter berbasis nilai dasar yang dinilai relevan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa yang dipersiapkan menjadi pemimpin dan teladan di tengah masyarakat.
Pihak kampus berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai program berkelanjutan untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan spiritualitas yang kuat.
Menurut penyelenggara, penguatan karakter juga sejalan dengan nilai yang diusung STTII, yakni membentuk mahasiswa yang memiliki kecakapan intelektual, kesucian hidup, serta pengabdian dalam pelayanan.
Antusiasme peserta disebut tinggi selama seminar berlangsung. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh sebagai bekal menjadi “garam dan terang” di tengah masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kampus merespons tantangan pembentukan karakter generasi muda di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan karakter tetap menjadi elemen fundamental dalam dunia pendidikan. (Aga)






