Waspadai Hantavirus, Pemkot Yogyakarta Intensifkan Sosialisasi dan Koordinasi Lintas Sektor

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta memperkuat kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit zoonosis hantavirus melalui langkah penguatan sistem kesehatan dan koordinasi lintas sektor. Meski kasus di Kota Yogyakarta tergolong minim, pemerintah menilai kewaspadaan perlu ditingkatkan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit yang ditularkan dari hewan pengerat tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Lana Unwanah, mengatakan hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Orthohantavirus dengan reservoir utama tikus dan celurut.

“Penularannya bisa melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk saliva, urin, atau fesesnya. Bisa juga melalui debu yang terkontaminasi dan terhirup manusia,” ujar Lana saat jumpa pers di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut Lana, secara epidemiologis jenis Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang tersebar di Asia, termasuk Indonesia, menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena itu, penguatan kewaspadaan dilakukan di tingkat fasilitas layanan kesehatan hingga masyarakat.

Data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat pada 2025 terdapat satu kasus hantavirus di Kota Yogyakarta dan pasien dinyatakan sembuh. Pada tahun-tahun sebelumnya, tidak ditemukan kasus serupa.

“Kasus yang ada di Kota Yogyakarta bukan murni akibat hantavirus, tetapi disertai infeksi penyerta. Masyarakat diharapkan tetap tenang,” kata Lana.

Dalam konteks kebijakan kesehatan daerah, Pemkot Yogyakarta telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Yogyakarta tentang kewaspadaan leptospirosis dan hantavirus sebagai langkah antisipasi dini.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan peningkatan kapasitas tenaga medis melalui pembaruan pengetahuan (update knowledge) terkait tata laksana leptospirosis dan hantavirus bagi dokter maupun tenaga kesehatan lainnya.

“Kami juga meningkatkan koordinasi lintas program dan lintas sektor. Puskesmas aktif melakukan sosialisasi terkait leptospirosis dan hantavirus kepada masyarakat,” ujarnya.

Lana menjelaskan, kelompok masyarakat dengan risiko lebih tinggi terpapar hantavirus antara lain petani, pekerja perkebunan dan kehutanan, pengendali hama, pekerja konstruksi, hingga masyarakat yang sering membersihkan gudang, loteng, atau area lama yang berpotensi menjadi sarang tikus.

Selain itu, aktivitas luar ruang seperti berkemah, mendaki gunung, hingga tinggal di lingkungan dekat kawasan hutan juga dinilai meningkatkan risiko paparan.

Dari sisi pencegahan, Pemkot Yogyakarta mendorong penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke rumah, membersihkan area berdebu dengan metode wet cleaning, hingga penggunaan alat pelindung diri saat berada di lokasi berisiko.

“Masyarakat diharapkan menerapkan PHBS dan menghindari kontak langsung dengan rodensia. Pencegahan berbasis perilaku menjadi kunci,” kata Lana.

Langkah preventif tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Yogyakarta dalam memperkuat mitigasi penyakit menular berbasis lingkungan, seiring meningkatnya perhatian terhadap ancaman zoonosis di kawasan perkotaan. Pemerintah juga berharap komunikasi publik yang masif dapat mencegah kepanikan sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap kesehatan lingkungan. (Aga)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB