Wamendagri Bima Arya Soroti Tantangan Penanganan Bencana di Kabupaten Bandung Barat

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Tangerang – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera dan Jawa Barat terus berjalan secara progresif.

Ia menjelaskan bahwa pemulihan infrastruktur dasar di wilayah Sumatera telah menunjukkan perkembangan positif, baik pada layanan publik, sektor pendidikan, maupun infrastruktur dasar. Konektivitas listrik di Sumatera Barat telah pulih sepenuhnya, sementara di Sumatera Utara dan Aceh masing-masing sudah mendekati 100 persen.

“Secara umum kegiatan belajar mengajar berjalan 100 persen, hanya sekitar 3 persen yang masih menggunakan kelas darurat. Kemudian listrik di Sumatera Barat terkoneksi 100 persen, di Sumut ada 1 persen dan juga di Aceh 1 persen yang masih belum tersambung,” katanya kepada media usai menjadi narasumber dalam program Khusus BTV Indonesia Outlook di Studio BTV, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, Kamis (29/1/2026).

Selain itu, pemerintah menargetkan percepatan pemindahan pengungsi ke hunian sementara (huntara) dalam waktu satu bulan ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda darurat. Terkait pelayanan publik, Bima menegaskan bahwa kantor-kantor pemerintahan di wilayah terdampak di Sumatera pada umumnya telah kembali beroperasi.

“Pelayanan publik juga sudah berjalan semua 100 persen, hanya di Aceh Tamiang yang masih memerlukan proses, tetapi pembersihan sudah tuntas di pusat pemerintahan di Kota Aceh Tamiang,” ujarnya.

Berbeda dengan kondisi di Sumatera, Bima menyampaikan bahwa penanganan bencana di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih menghadapi tantangan yang cukup besar. Hal tersebut disebabkan oleh medan yang berat serta kondisi cuaca yang belum sepenuhnya mendukung proses evakuasi.

Ia menambahkan bahwa kedalaman timbunan material di lokasi bencana dapat mencapai hingga 20 meter, sehingga menyulitkan proses pencarian dan evakuasi korban. Meski demikian, seluruh sumber daya telah dikerahkan, dan warga terdampak juga telah mendapatkan santunan atau insentif untuk mendukung relokasi sementara ke hunian yang lebih aman, baik di rumah kerabat maupun lokasi lainnya. (nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Percepat Penanganan Gempa NTT, Kemendagri Kawal Penggunaan Bantuan Presiden
Wamendagri Wiyagus: Pemanfaatan IMM Jadi Kunci Perkuat SDM Daerah
Mendagri Tito: Pemimpin Kuat Harus Mampu Susun Kebijakan Berbasis Sains
Wamendagri Ribka Sebut Indonesia Timur Punya Potensi Besar Menuju Indonesia Emas 2045
Wamendagri Wiyagus Ajak Brebes Jadikan Potensi Budaya sebagai Penggerak Pembangunan
Wamendagri Bima Arya Dorong DPRD Perkuat Pengawasan agar APBD Lebih Produktif
Perkuat Penanganan Bencana, Mendagri Ajak Pemda Tingkatkan Semangat Gotong Royong
Pacu Inovasi dan Kinerja, Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi di Jawa-Bali

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Percepat Penanganan Gempa NTT, Kemendagri Kawal Penggunaan Bantuan Presiden

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Wamendagri Wiyagus: Pemanfaatan IMM Jadi Kunci Perkuat SDM Daerah

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Mendagri Tito: Pemimpin Kuat Harus Mampu Susun Kebijakan Berbasis Sains

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Wamendagri Ribka Sebut Indonesia Timur Punya Potensi Besar Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Wamendagri Wiyagus Ajak Brebes Jadikan Potensi Budaya sebagai Penggerak Pembangunan

Berita Terbaru