UMY Siapkan Lulusan Hadapi Peta Baru Dunia Kerja

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UMY, Achmad Nurmandi, mengingatkan ratusan wisudawan bahwa dunia kerja hari ini tak lagi berkutat pada gelar dan nilai semata. (Dok UMY)

Rektor UMY, Achmad Nurmandi, mengingatkan ratusan wisudawan bahwa dunia kerja hari ini tak lagi berkutat pada gelar dan nilai semata. (Dok UMY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Deru ekonomi global yang berubah cepat memaksa banyak pihak kembali menengok kesiapan generasi muda. Di tengah arus persaingan yang menghapus sekat geografis dan menyisakan ruang hanya bagi mereka yang adaptif, perguruan tinggi ditantang untuk tidak sekadar mencetak lulusan, tetapi juga menyiapkan mereka untuk bertahan dan tumbuh.

Di hadapan ratusan wisudawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (10/12/2025), Rektor UMY, Achmad Nurmandi, mengingatkan bahwa dunia kerja hari ini tak lagi berkutat pada gelar dan nilai semata. Kompetensi lintas disiplin, kecakapan teknologi, serta kesiapan mobilitas global kini menjadi mata uang baru yang menentukan nasib profesional muda.

“Kami mendorong untuk membuka diri terhadap peluang karier di luar negeri, yang membutuhkan banyak tenaga profesional,” ujarnya. Kalimat itu, meski disampaikan singkat, terasa sebagai undangan sekaligus peringatan bahwa pasar kerja internasional semakin menuntut.

UMY merespons perubahan itu dengan sejumlah kebijakan akademik. Salah satu yang kini menjadi standar ialah Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), yang memuat rekam keterampilan tambahan para lulusan. Di samping itu, sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) turut didorong agar mahasiswa memiliki pengakuan kompetensi yang diakui secara luas.

Dalam wisuda kali ini, sebanyak 298 lulusan telah mengantongi sertifikasi tersebut. Kemampuan bahasa Inggris pun kini menjadi syarat, baik di jenjang Diploma hingga Doktor, sebagai bekal agar mereka tidak gentar menyeberang ke pasar kerja global.

Di tengah ruang Sportorium yang riuh oleh tepuk tangan keluarga, pesan itu mengendap perlahan. Bahwa ijazah hanya pintu pertama, sementara dunia nyata menuntut keberanian untuk bergerak lebih jauh —lintas batas, lintas kesempatan. (ihd)

Berita Terkait

UMY Perkuat Reputasi Global di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus Asia
UMY Ubah Pola Konsumsi Rapat, 1.500 Pegawai Makan Siang Gratis Terpusat
25 Tahun bersama UMY, Ratih Herningtyas Buktikan Dedikasi dan Komitmen Kunci Sukses 
Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional
Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi
UMY Tanam Harapan di Lereng Merapi, Greenhouse Cangkringan Jadi Awal Kemandirian Warga
Pakar UMY: Gejolak Timur Tengah Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional
UMY Kukuhkan 1.390 Lulusan, Rektor Tekankan Sinergi Kompetensi Global dan Nilai Kemanusiaan

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:52 WIB

UMY Perkuat Reputasi Global di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus Asia

Sabtu, 25 April 2026 - 22:53 WIB

UMY Ubah Pola Konsumsi Rapat, 1.500 Pegawai Makan Siang Gratis Terpusat

Selasa, 21 April 2026 - 11:26 WIB

25 Tahun bersama UMY, Ratih Herningtyas Buktikan Dedikasi dan Komitmen Kunci Sukses 

Rabu, 15 April 2026 - 21:27 WIB

Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 23:22 WIB

Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Berita Terbaru