JOGJAOKE.COM, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam ajang GELORA TAEKWONDO INDONESIA CHAMPIONSHIPS II 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di GOR UNY, kontingen UMY berhasil membawa pulang dua medali emas dan empat medali perunggu dari berbagai kategori pertandingan.
Kejuaraan bertajuk “Welcome to the Jungle” tersebut diselenggarakan oleh PT Gelora Energi Indonesia dan diikuti lebih dari 3.000 atlet dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Dengan status sebagai kejuaraan Grade B International, kompetisi ini menjadi ajang bergengsi bagi para atlet taekwondo untuk mengukur kemampuan sekaligus memperluas pengalaman bertanding di level yang lebih tinggi.
Ketua UKM Taekwondo UMY sekaligus manajer tim, Nindita Anggraeni Eka Rahmawati (Manajemen Angkatan 2023), mengaku bangga atas capaian yang diraih para atlet. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UMY mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah bahkan luar negeri.
“Sebagai ketua UKM dan manajer, saya jelas bangga dan puas dengan hasil ini. Kerja keras teman-teman selama latihan akhirnya terbayar. Medali yang diraih menjadi bukti bahwa kami mampu bersaing di level kompetisi yang lebih tinggi,” ungkap mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023 tersebut saat diwawancarai pada Rabu (24/6/2026).
Kontingen UMY berhasil meraih dua medali emas melalui Salma Fauziyah dari Program Studi Kedokteran Gigi angkatan 2024 pada kategori Poomsae Senior Blue Taegeuk 4 Female, serta Yuftiyannaa Qurrota A’yun Nurmansyah dari Program Studi Teknologi Informasi yang keluar sebagai juara pertama kategori Kyorugi Senior Over 87 Kilogram.
Sementara itu, empat medali perunggu dipersembahkan oleh Rohana Patrizia Putri dari Program Studi Manajemen 2025 dan Dev Aldino Zain dari Teknologi Informasi 2024 pada kategori Profesional Poomsae Pair Senior. Medali perunggu lainnya diraih Reyva Aulia Nursya’bani dari Ekonomi Syariah 2025 pada kategori Poomsae Senior Red Taegeuk 6 Female serta Evan Vijaya Putra dari Program Studi Hukum 2025 pada kategori Kyorugi Senior Under 54 Kilogram.
Nindita menjelaskan bahwa persiapan menuju GTIC II 2026 diawali dengan proses seleksi internal yang dilakukan pelatih untuk menentukan atlet yang akan bertanding. Setelah itu, para atlet menjalani program latihan intensif yang berfokus pada peningkatan kondisi fisik, pemantapan teknik, serta simulasi pertandingan.
Menurutnya, salah satu faktor penting yang turut menunjang kesiapan atlet adalah pelaksanaan latihan gabungan bersama dojang dan universitas lain. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi atlet untuk merasakan atmosfer kompetisi yang lebih nyata sebelum turun di arena pertandingan sesungguhnya.
“Tentunya latihan gabungan sangat membantu mental atlet karena mereka bisa bertemu banyak lawan dengan karakter permainan berbeda. Pengalaman itu membuat mereka lebih siap menghadapi tekanan saat pertandingan berlangsung,” jelasnya.
Meski berhasil meraih hasil membanggakan, perjalanan tim UMY tidak lepas dari berbagai tantangan. Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan atlet, suasana pertandingan di dalam arena berlangsung sangat kompetitif dan penuh tekanan. Sebagai manajer, Nindita mengaku harus memastikan kondisi fisik maupun mental atlet tetap terjaga agar tidak kehilangan fokus sebelum bertanding.
“Atmosfer pertandingan sangat padat dan menegangkan. Tantangan terbesar adalah menjaga mental atlet agar tidak merasa terintimidasi. Selain itu mereka juga harus mampu mengendalikan rasa gugup saat menghadapi lawan-lawan kuat dari berbagai daerah dan negara,” katanya.
Keberhasilan UKM Taekwondo UMY, lanjut Nindita, tidak terlepas dari kedisiplinan dan konsistensi seluruh anggota tim selama masa persiapan. Sinergi yang baik antara atlet, pelatih, dan pengurus UKM menjadi modal penting dalam menciptakan performa terbaik di atas matras.
Selain itu, dukungan kampus juga menjadi faktor yang sangat berpengaruh. UMY memberikan dukungan dalam bentuk pendanaan yang membantu kebutuhan akomodasi dan operasional tim selama mengikuti kejuaraan. Di sisi lain, UKM Taekwondo UMY memastikan seluruh program persiapan berjalan optimal, mulai dari latihan tambahan hingga pendampingan atlet selama kompetisi berlangsung.
Prestasi di GTIC II 2026 menjadi motivasi baru bagi UKM Taekwondo UMY untuk terus berkembang. Nindita berharap capaian tersebut tidak membuat tim cepat berpuas diri, melainkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet di masa mendatang.
“Target kami selanjutnya adalah melakukan evaluasi agar performa atlet semakin matang. Dalam jangka panjang, kami ingin UKM Taekwondo UMY terus melahirkan atlet-atlet berprestasi dan semakin aktif mengikuti kejuaraan internasional lainnya,” tuturnya.
Pencapaian ini sekaligus mempertegas komitmen UMY dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga olahraga. Melalui dukungan yang berkelanjutan, UKM Taekwondo UMY diharapkan terus mengharumkan nama universitas di berbagai ajang nasional maupun internasional. (gla)
Sumber : Humas UMY






