UMY Nonaktifkan Dosen Terduga Pelecehan Seksual, Investigasi Berjalan

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pernyataan resmi UMY terkait dugaan pelecehan.

Pernyataan resmi UMY terkait dugaan pelecehan.

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) yang diduga terlibat dalam dugaan tindakan pelecehan di lingkungan kampus.

Penonaktifan tersebut dilakukan setelah UMY melakukan pemeriksaan awal dan menerima rekomendasi dari Program Studi Farmasi, FKIK, serta Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UMY. Status penonaktifan berlaku hingga proses pemeriksaan selesai dan universitas menerbitkan keputusan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

UMY sebelumnya telah menerima dan mencermati informasi mengenai dugaan tindakan pelecehan yang melibatkan oknum dosen Prodi Farmasi FKIK. Informasi tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat, khususnya melalui media sosial.

Melalui pernyataan resmi yang diterima Jogjaoke.com di Jakarta, Senin (13/7/2026), UMY menyampaikan keprihatinan mendalam serta memberikan dukungan, perlindungan, dan pendampingan psikologis kepada para korban maupun pihak-pihak yang telah menyampaikan informasi.

UMY memastikan proses investigasi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan Satgas PPKPT Universitas untuk memperoleh informasi yang lengkap, akurat, objektif, dan berbasis fakta.

Pada Sabtu (11/7/2026), Program Studi Farmasi dan FKIK bersama Satgas PPKPT UMY melakukan penelusuran, pemeriksaan, serta identifikasi terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, memiliki keterkaitan, maupun mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut. Tim juga akan menelaah kemungkinan adanya kasus lain yang berkaitan, serupa, atau belum sempat dilaporkan.

UMY menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan, kekerasan, intimidasi, maupun tindakan lain yang dapat mengancam keamanan, kenyamanan, dan martabat setiap individu di lingkungan kampus.

UMY juga meminta civitas academica dan masyarakat memberikan ruang bagi proses pemeriksaan agar berjalan secara objektif dan bertanggung jawab, serta mengimbau agar tidak menyebarkan spekulasi, identitas, maupun informasi yang belum terverifikasi karena dapat memengaruhi proses pemeriksaan dan merugikan hak serta privasi pihak-pihak terkait.(lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Nobar Piala Dunia di Koramil, Kodim 0707/Wonosobo Bangun Keakraban Bersama Warga
Aksi Geng Bermotor Kembali Teror Bantul, Pelajar Jadi Korban Pembacokan
UWM Perpanjang Kemitraan ICEE, Perkuat Jejaring Pendidikan Internasional Global
17 Negara Ramaikan JIKF, Bantul Perkuat Diplomasi Budaya Dunia
OLLANESIA Jadi Salah Satu Daya Tarik Jogja International Kite Festival 2026
UMY Gelar Book Camp 2026, Dorong Dosen Tingkatkan Publikasi Buku dan Luaran Tridarma
Paket Wedding Terjangkau Jadi Andalan INNSiDE by Meliá Yogyakarta untuk Pasangan Masa Kini
‎Paku Alam Lepas Capasnas DIY Menuju Pengabdian Nasional

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:31 WIB

UMY Nonaktifkan Dosen Terduga Pelecehan Seksual, Investigasi Berjalan

Senin, 13 Juli 2026 - 08:33 WIB

Nobar Piala Dunia di Koramil, Kodim 0707/Wonosobo Bangun Keakraban Bersama Warga

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:40 WIB

Aksi Geng Bermotor Kembali Teror Bantul, Pelajar Jadi Korban Pembacokan

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:55 WIB

UWM Perpanjang Kemitraan ICEE, Perkuat Jejaring Pendidikan Internasional Global

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:48 WIB

17 Negara Ramaikan JIKF, Bantul Perkuat Diplomasi Budaya Dunia

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Pesona Goa Kidang Kencono, Wisata Alam Tersembunyi Kulon Progo

Senin, 13 Jul 2026 - 15:04 WIB