JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta — Dunia pendidikan tinggi Indonesia kembali menjadi perhatian internasional seiring dirilisnya World University Rankings (WUR) 2026 oleh Times Higher Education (THE). Pemeringkatan global tersebut menunjukkan perubahan peta persaingan perguruan tinggi nasional, termasuk menguatnya peran perguruan tinggi swasta seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Dalam daftar terbaru THE WUR 2026, Universitas Indonesia (UI) masih menempati posisi teratas nasional dengan peringkat dunia 801–1.000. Namun, pergeseran terjadi pada posisi berikutnya. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil naik ke peringkat kedua nasional dengan peringkat dunia 1.001–1.200, mengungguli Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Capaian UNS tersebut mencerminkan konsistensi penguatan riset dan peningkatan publikasi ilmiah internasional, sekaligus menandai semakin terbukanya kompetisi di antara perguruan tinggi papan atas Indonesia.
UGM dan ITB, yang selama ini identik dengan elite akademik nasional, berada pada rentang peringkat dunia 1.201–1.500 bersama sejumlah kampus besar lainnya. Kondisi ini menegaskan bahwa dominasi perguruan tinggi tertentu kian berkurang, digantikan oleh persaingan yang lebih merata dan dinamis.
Pemeringkatan THE WUR disusun berdasarkan lima pilar utama, yakni teaching (pengajaran), research environment (lingkungan riset), research quality (kualitas riset), industry (kerja sama industri), serta international outlook (pandangan internasional). Kelima pilar tersebut dipecah ke dalam sejumlah indikator terukur dengan bobot berbeda, sehingga mencerminkan kinerja perguruan tinggi secara komprehensif.
Salah satu sorotan penting THE WUR 2026 adalah meningkatnya pengakuan terhadap perguruan tinggi swasta (PTS). Dari 15 universitas terbaik di Indonesia versi THE, empat di antaranya merupakan PTS. Dua di antaranya bahkan berasal dari Yogyakarta, yakni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Islam Indonesia (UII).
UMY berhasil menempati peringkat dunia 1.201–1.500, sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi negeri besar. Kehadiran UMY dan UII dalam daftar tersebut memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu pusat keunggulan pendidikan tinggi nasional, tidak hanya dari sisi jumlah kampus, tetapi juga kualitas akademik dan jejaring global.
Masuknya PTS ke jajaran kampus terbaik nasional menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan, riset, dan kolaborasi internasional tidak lagi dimonopoli oleh perguruan tinggi negeri. Persaingan yang semakin sehat antara PTN dan PTS dinilai dapat mendorong perbaikan berkelanjutan dalam ekosistem pendidikan tinggi Indonesia.
Bagi calon mahasiswa dan orang tua, daftar THE WUR 2026 dapat menjadi salah satu rujukan awal dalam memilih perguruan tinggi. Namun, peringkat global bukan satu-satunya penentu. Faktor minat studi, lingkungan akademik, biaya pendidikan, lokasi, serta nilai dan karakter institusi tetap perlu menjadi pertimbangan utama.
THE WUR 2026 pada akhirnya menegaskan satu pesan penting: pendidikan tinggi Indonesia terus bergerak maju, dengan peta persaingan yang semakin terbuka dan inklusif—termasuk dengan menguatnya peran UMY dan perguruan tinggi swasta lainnya di tingkat nasional maupun global. (ihd)






