Menjaga Sikap dan Ucapan saat Imlek demi Keberuntungan Sepanjang Tahun

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa mulai mempersiapkan berbagai tradisi yang sarat makna. Imlek tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun, tetapi juga sebagai momen menyambut harapan baru, keberuntungan, serta keharmonisan dalam kehidupan.

Sejumlah kebiasaan yang dilakukan saat Imlek dipercaya membawa energi positif dan keberuntungan sepanjang tahun. Salah satunya adalah membersihkan rumah sebelum hari perayaan. Tradisi ini melambangkan membuang kesialan dan membuka ruang bagi datangnya rezeki serta hal-hal baik. Selain itu, mengenakan pakaian berwarna cerah, khususnya merah, menjadi pilihan utama karena warna tersebut diyakini membawa keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan.

Imlek juga identik dengan kebiasaan berkumpul bersama keluarga. Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan, saling berbagi cerita, serta menyampaikan doa dan harapan baik. Tradisi memberi angpao dengan dua tangan pun menjadi simbol doa restu, terutama bagi anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah. Tak ketinggalan, sajian makanan khas seperti mie panjang umur, ikan, dan kue keranjang turut melengkapi perayaan dengan makna kelimpahan dan keharmonisan.

Di balik berbagai kebiasaan yang dianjurkan, terdapat pula sejumlah pantangan yang sebaiknya dihindari saat Imlek. Menyapu atau membuang sampah pada hari pertama Imlek, misalnya, dipercaya dapat membuang keberuntungan yang baru datang. Begitu pula dengan mengucapkan kata-kata negatif, bertengkar, atau menangis, yang diyakini dapat membawa energi buruk sepanjang tahun.

Pantangan lainnya adalah memakai pakaian berwarna hitam atau putih karena identik dengan suasana duka, serta memecahkan barang yang dianggap sebagai simbol keretakan hubungan atau pertanda kurang baik. Membahas utang atau menagih pembayaran juga sebaiknya dihindari, karena Imlek dimaknai sebagai awal baru yang seharusnya diisi dengan suasana damai dan penuh harapan.

Melalui berbagai tradisi dan pantangan tersebut, Imlek mengajarkan pentingnya menjaga sikap, ucapan, serta hubungan dengan sesama. Lebih dari sekadar perayaan budaya, Imlek menjadi momentum refleksi diri dan ajakan untuk memulai tahun yang baru dengan hati yang bersih, pikiran positif, dan semangat kebersamaan. (Aga)

Berita Terkait

UWM Perpanjang Kemitraan ICEE, Perkuat Jejaring Pendidikan Internasional Global
17 Negara Ramaikan JIKF, Bantul Perkuat Diplomasi Budaya Dunia
OLLANESIA Jadi Salah Satu Daya Tarik Jogja International Kite Festival 2026
UMY Gelar Book Camp 2026, Dorong Dosen Tingkatkan Publikasi Buku dan Luaran Tridarma
Paket Wedding Terjangkau Jadi Andalan INNSiDE by Meliá Yogyakarta untuk Pasangan Masa Kini
‎Paku Alam Lepas Capasnas DIY Menuju Pengabdian Nasional
ARPI Desak Perubahan, DPRD DIY Janji Kawal Aspirasi
Zita Anjani Gandeng Komunitas Vespa, Sinergi Masyarakat dan Pemerintah Jadi Kunci Pariwisata Maju

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:55 WIB

UWM Perpanjang Kemitraan ICEE, Perkuat Jejaring Pendidikan Internasional Global

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:48 WIB

17 Negara Ramaikan JIKF, Bantul Perkuat Diplomasi Budaya Dunia

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:53 WIB

OLLANESIA Jadi Salah Satu Daya Tarik Jogja International Kite Festival 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:43 WIB

UMY Gelar Book Camp 2026, Dorong Dosen Tingkatkan Publikasi Buku dan Luaran Tridarma

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:25 WIB

Paket Wedding Terjangkau Jadi Andalan INNSiDE by Meliá Yogyakarta untuk Pasangan Masa Kini

Berita Terbaru