UMY Dorong Transportasi Rendah Emisi untuk Wujudkan Kota Hijau Yogyakarta

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Program Magister Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Endah Saptutiningsih, M.Si.(Dok UMY)

Kepala Program Magister Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Endah Saptutiningsih, M.Si.(Dok UMY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Isu keberlanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini meluas, tidak hanya mencakup pengelolaan sampah dan pariwisata, tetapi juga menyentuh persoalan energi dan transportasi. Tantangan berupa pengelolaan limbah, transportasi rendah emisi, hingga kesenjangan data masih membayangi capaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat daerah.

Hal itu disampaikan Kepala Program Magister Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Endah Saptutiningsih, M.Si., dalam forum International SDGs Collaboration Day yang mempertemukan akademisi UMY dengan Hochschule Osnabrück University of Applied Sciences, Jerman, di Kampus Terpadu UMY, Rabu (22/10/2025).

Endah menegaskan bahwa transportasi rendah emisi dan tata kelola energi efisien menjadi dua komponen penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di level regional.

“Sistem transportasi hijau adalah indikator nyata keberlanjutan. Tanpa transformasi energi dan mobilitas, SDGs hanya akan menjadi jargon tanpa dampak,” ujarnya.

Salah satu upaya menuju sistem transportasi rendah emisi di Yogyakarta adalah peluncuran Trans-Jogja E-Bus pada Mei 2025. Program ini menjadi tonggak awal pemerintah daerah dalam menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Evaluasi awal menunjukkan penggunaan bus listrik mampu menurunkan emisi CO₂ secara signifikan serta menghemat biaya operasional. Namun, menurut Endah, keberhasilan ini masih terbatas karena belum diikuti perluasan rute, integrasi antarmoda, dan sistem pendukung yang memadai.

“Transportasi hijau tidak bisa berdiri sendiri. Kita memerlukan electrification roadmap yang jelas, sistem tiket terintegrasi, dan insentif publik untuk mendorong peralihan dari kendaraan pribadi,” katanya.

Endah juga menyoroti dominasi sepeda motor di Yogyakarta sebagai tantangan besar dalam mewujudkan mobilitas berkelanjutan. Ia menilai perubahan perilaku masyarakat perlu berjalan seiring dengan kebijakan dan infrastruktur yang berpihak pada transportasi ramah lingkungan.

“Pemerintah dapat mendorong adopsi kendaraan listrik secara bertahap lewat subsidi, insentif pajak, dan penyediaan fasilitas pengisian daya publik. Kita bisa belajar dari Bangkok atau Seoul yang berhasil mengintegrasikan transportasi listrik dengan jaringan metro dan pembayaran digital,” tambahnya.

Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada agenda global SDGs, UMY terus berperan aktif melalui riset, inovasi, dan inisiatif di bidang transisi energi serta transportasi berkelanjutan. Kampus ini mengembangkan konsep living lab atau laboratorium hidup yang memadukan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Langkah tersebut memperkuat kontribusi UMY dalam mendukung SDGs poin 7 (Affordable and Clean Energy) dan poin 11 (Sustainable Cities and Communities).

“Transportasi rendah emisi adalah wajah masa depan keberlanjutan. Jika dikembangkan secara konsisten, Yogyakarta bisa menjadi model kota hijau yang nyaman dan menginspirasi daerah lain di Indonesia,” ujar Endah.

Berita Terkait

Pelecehan Seksual Dosen kepada Mahasiswi, Trauma Bertahun-tahun, Minta Pelaku Diproses Pidana
Kepolisian Ungkap Pilot Nicholas Gosselin Tewas Seketika akibat Tembakan Kontak
KPK: Pengembalian Amplop Tidak Menghapus Kewajiban Melapor Dugaan Gratifikasi
Kasus Penyerangan Kantor LMP Belum Terungkap, Massa Desak Polisi Bertindak Tegas
Tiga Desa Terdampak Busa Kimia, Aktivitas Pertanian dan Lingkungan di Percut Sei Tuan Terancam
Tim Advokasi Soroti Penangkapan Roy Suryo, Tuding Hukum Dipolitisasi Penguasa
Kemenag DIY Tegaskan Komitmen Jamin Kebebasan Beribadah dan Kerukunan Umat Beragama
Kasus Kredit Sritex, Mantan Dirut BJB Yuddy Renaldi Divonis Lepas

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 23:24 WIB

Pelecehan Seksual Dosen kepada Mahasiswi, Trauma Bertahun-tahun, Minta Pelaku Diproses Pidana

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:24 WIB

Kepolisian Ungkap Pilot Nicholas Gosselin Tewas Seketika akibat Tembakan Kontak

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:06 WIB

KPK: Pengembalian Amplop Tidak Menghapus Kewajiban Melapor Dugaan Gratifikasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:54 WIB

Kasus Penyerangan Kantor LMP Belum Terungkap, Massa Desak Polisi Bertindak Tegas

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:44 WIB

Tiga Desa Terdampak Busa Kimia, Aktivitas Pertanian dan Lingkungan di Percut Sei Tuan Terancam

Berita Terbaru