UGM Jadi Arena Konsolidasi Nasional Civil Society Besok

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, SLEMAN – Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bakal menjadi pusat berkumpulnya ratusan aktivis, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan tokoh intelektual dari berbagai daerah di Indonesia, Sabtu (30/5/2026).

Mereka akan mengikuti forum bertajuk Konferensi Republik: Meneguhkan Civil Society Pilar Republik yang disebut sebagai ruang konsolidasi nasional menghadapi berbagai krisis demokrasi dan sosial di Tanah Air.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai pembicara, mulai dari Sudirman Said, Yanuar Nugroho, Alissa Wahid, Andi Widjajanto, Zainal Arifin Mochtar, Bhima Yudhistira, hingga Chandra Hamzah.

Wakil Rektor UGM Arie Sujito dijadwalkan membuka konferensi, sementara Prof. Komaruddin Hidayat akan menyampaikan pidato utama terkait relasi civil society dan kekuasaan di tengah situasi bangsa saat ini.

Ketua Umum Panitia Konferensi Republik, Sudirman Said, menyebut forum ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kembali peran masyarakat sipil dalam perjalanan bangsa.

“Republik ini digerakkan kehadirannya oleh civil society jauh sebelum negara hadir. Makanya, kerapatan civil society harus kembali dihadirkan sebagai poros yang turut aktif berkontribusi bagi hitam-putihnya Republik,” kata Sudirman, Jumat (29/5/2026).

Sementara itu, Sekretaris Umum Panitia, Yanuar Nugroho, menilai tantangan masyarakat sipil kini semakin kompleks karena berhadapan dengan oligarki yang bekerja melalui hukum, regulasi, dan penguasaan narasi publik.

“Republik ini tak kurang warga yang peduli. Tapi ia butuh penghubung yang menyatukannya,” ujar Yanuar.

Menurutnya, konferensi tersebut diharapkan menjadi ruang mempertemukan berbagai gerakan agar dapat bergerak lebih terorganisir.

Selain membahas krisis demokrasi dan ketimpangan ekonomi, konferensi juga akan menggelar tujuh panel paralel mengenai supremasi hukum, demokrasi ekonomi, partisipasi publik, hingga krisis ekologi.

Panitia menegaskan hasil konferensi nantinya tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi diarahkan untuk melahirkan rumusan bersama dan langkah konkret memperkuat civil society sebagai pilar Republik Indonesia.(ady)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB