Ubah AJB Jadi Sertifikat Hak Milik, Ini Syarat, Biaya, dan Waktu Pengurusannya

Jumat, 22 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Akta jual beli dan sertifikat hak milik (Joke/Dok)

Ilustrasi - Akta jual beli dan sertifikat hak milik (Joke/Dok)

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Mengurus perubahan dari Akta Jual Beli (AJB) menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) merupakan langkah penting setelah transaksi jual beli tanah atau rumah selesai. AJB yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) hanya menjadi bukti perolehan hak, bukan bukti kepemilikan sah.

Oleh karena itu, masyarakat tetap perlu melanjutkan proses administrasi ke Kantor Pertanahan agar memperoleh SHM. Sertifikat ini menjadi tanda kepemilikan yang diakui negara dan memberikan perlindungan hukum penuh.

Apa Itu AJB dan SHM?

  • AJB (Akta Jual Beli): Dokumen legal yang dibuat PPAT saat transaksi jual beli tanah/rumah. Menegaskan perpindahan hak dari penjual ke pembeli, tetapi bukan sertifikat kepemilikan.

  • SHM (Sertifikat Hak Milik): Bukti kepemilikan terkuat atas tanah atau rumah. Memberikan hak penuh untuk menggunakan, memanfaatkan, mengalihkan, bahkan menjaminkan tanah sesuai hukum.

Syarat Mengurus AJB ke SHM

Berdasarkan informasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dokumen yang perlu disiapkan antara lain:

  • Formulir permohonan yang ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai.

  • Surat kuasa jika pengurusan dikuasakan.

  • Fotokopi KTP dan KK pemohon, dicocokkan dengan dokumen asli.

  • Akta pendirian dan pengesahan badan hukum (bagi pemohon berbadan hukum).

  • Sertifikat tanah asli.

  • AJB dari PPAT.

  • Fotokopi KTP pihak penjual dan pembeli.

  • Izin pemindahan hak (jika tercantum dalam sertifikat).

  • Fotokopi SPPT dan PBB tahun berjalan.

  • Bukti pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

  • Bukti bayar uang pemasukan pendaftaran hak.

  • Surat keterangan identitas diri, luas, letak, serta penggunaan tanah.

  • Surat pernyataan tanah tidak dalam sengketa.

  • Surat pernyataan tanah/bangunan dikuasai secara fisik.

Lama Waktu Penyelesaian

  • Rata-rata: 5 hari kerja sejak berkas dinyatakan lengkap.

  • Bisa lebih lama jika ada kendala administrasi atau dokumen tidak sesuai.

Biaya Pengurusan AJB ke SHM

Biaya ditentukan berdasarkan nilai tanah yang ditetapkan Kantor Pertanahan dengan rumus:

Nilai tanah (per m²) x luas tanah (m²) : 1.000

Contoh perhitungan:

  • Tanah 150 m², harga Rp 1 juta/m² → Biaya Rp 200.000.

  • Tanah 200 m², harga Rp 900.000/m² → Biaya Rp 230.000.

Catatan: biaya ini di luar BPHTB, PPh, dan jasa notaris/PPAT. (ihd)

Berita Terkait

Kampung Wisata Jadi Tumpuan, Yogyakarta Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas
144 Pemain dari 20 Klub Ramaikan Grand Slam Puri Open 2026 di Purwakarta
Sultan HB X Sambut Jenazah Prajurit Gugur Misi Lebanon
‎Pembunuhan Sadis Warga Halteng, Sengketa Lahan Picu Amarah
Pasar Murah 5 Ton Digelar, Pemkot Yogya Jaga Daya Beli dan Redam Inflasi Jelang Lebaran
Transformasi Digital Birokrasi Picu Konsekuensi Hukum Baru di PTUN
Siswa SD dan SMP Bekasi Harumkan Nama Daerah di Ajang Internasional
MES DIY Anugerahkan Penghargaan Ustaz Jazir, Inspirasi Ekonomi Syariah Masjid
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:18 WIB

Kampung Wisata Jadi Tumpuan, Yogyakarta Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas

Kamis, 9 April 2026 - 08:49 WIB

144 Pemain dari 20 Klub Ramaikan Grand Slam Puri Open 2026 di Purwakarta

Minggu, 5 April 2026 - 09:45 WIB

Sultan HB X Sambut Jenazah Prajurit Gugur Misi Lebanon

Sabtu, 4 April 2026 - 11:36 WIB

‎Pembunuhan Sadis Warga Halteng, Sengketa Lahan Picu Amarah

Senin, 16 Maret 2026 - 23:58 WIB

Pasar Murah 5 Ton Digelar, Pemkot Yogya Jaga Daya Beli dan Redam Inflasi Jelang Lebaran

Berita Terbaru