Tak Cukup Pintar, Mahasiswa Harus Punya Mental Tangguh dan Kreativitas

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag.,

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag.,

JOGJAOKE.COM, Perubahan sosial, ekonomi, hingga pesatnya perkembangan teknologi di era disrupsi menuntut generasi muda untuk tidak sekadar unggul secara akademik. Mahasiswa saat ini dihadapkan pada tantangan masa depan yang penuh ketidakpastian, sehingga membutuhkan kreativitas, daya juang, kemampuan adaptasi, serta ketahanan emosional agar mampu bersaing di dunia kerja.

Hal tersebut mengemuka dalam talkshow yang digelar Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia bertema “Menyongsong Peran dan Aksi Nyata Mahasiswa dalam Pemberdayaan Masyarakat”, Selasa (26/5/2026), di Gedung Djarnawi Hadikusuma Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., menyoroti bahwa periode 2021–2030 diprediksi menghadirkan persaingan individu yang semakin kompetitif. Kondisi tersebut diperberat dengan menyusutnya kelas menengah dan rendahnya kompetensi tenaga kerja yang menjadi tantangan besar bagi Indonesia ke depan.

Menurut Zuly, mahasiswa tidak cukup hanya beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga harus berani membangun kapasitas diri untuk menciptakan solusi nyata di tengah masyarakat.

“IPK itu penting, tetapi bukan satu-satunya hal yang bisa diandalkan. Sekarang banyak orang memiliki IPK tinggi, sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan lain yang membuat dirinya berbeda. Public speaking, kemampuan meyakinkan orang, dan kemampuan menciptakan sesuatu, itulah yang akan dicari,” tegas Zuly.

Zuly juga mendorong mahasiswa untuk menjadi _creative minority,_ yakni kelompok kecil yang berani berpikir kreatif, menghadirkan karya nyata, sekaligus memiliki kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Senada dengan hal tersebut, Dosen Ilmu Komunikasi UMY, Frizki Yulianti Nurnisya, S.IP., M.Si., Ph.D., menyebut tantangan mahasiswa saat ini semakin kompleks akibat hadirnya kecerdasan buatan (_Artificial Intelligence_/AI) yang mulai menggantikan pekerjaan repetitif. Di sisi lain, persaingan kerja juga telah terbuka secara global.

“Dunia kerja saat ini mencari _adaptability, communication, problem solving,_ inisiatif, konsistensi, dan _emotional resilience_ atau ketahanan emosional. Di era _chaos_ seperti sekarang, yang bisa bertahan bukan hanya yang paling pintar, melainkan mereka yang adaptif,” ungkap Frizki.

Frizki juga menyoroti fenomena mahasiswa yang rentan mengalami _overthinking_, takut salah jurusan, hingga rapuh secara emosional akibat derasnya arus informasi dan kebutuhan validasi di media sosial. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun ketahanan emosional dan mulai melakukan perubahan melalui langkah-langkah kecil yang konsisten.

“Cek ketakutan terbesar kalian apa. Kalau takut tidak bisa bahasa Inggris, cari kursus. Kalau terkendala biaya, cari beasiswa. Yang penting tetap _progressing_, walaupun langkahnya kecil, tetapi dilakukan secara konsisten,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara ketahanan mental, kemampuan adaptasi, dan kepedulian sosial, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi lulusan yang unggul di atas kertas, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial yang nyata bagi masyarakat luas. (lsi)

Sumber :  Humas Umy

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB