‎Syauqi Dorong Reforma Agraria Tegas, BAP DPD Bongkar Konflik Lahan

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Ketua Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno menegaskan pentingnya percepatan reforma agraria dan akuntabilitas penanganan konflik lahan saat menyampaikan Laporan Pelaksanaan Tugas BAP pada Sidang Paripurna DPD RI, Rabu (10/12/2025).

‎Ia menekankan bahwa konflik agraria yang berlarut-larut harus ditangani secara sistematis, terukur, dan berbasis bukti lapangan.

‎Syauqi mengungkapkan, selama Masa Sidang II 2025, BAP DPD RI menerima 45 pengaduan masyarakat dari berbagai daerah.

‎Mayoritas aduan berkaitan dengan konflik agraria, tumpang tindih perizinan, serta ketidakpastian hukum.

‎“Ini menunjukkan persoalan agraria masih menjadi masalah struktural yang belum terselesaikan secara tuntas,” ujar Syauqi di hadapan sidang.

‎Menindaklanjuti aduan tersebut, BAP DPD RI tidak hanya berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, tetapi juga turun langsung ke lapangan.

‎“Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa laporan pengaduan tidak hanya didengar, tetapi diverifikasi melalui fakta lapangan agar kebijakan yang diambil lebih konkret dan berbasis bukti,” kata Syauqi.

‎Berdasarkan hasil analisis, BAP DPD RI menemukan tiga akar utama konflik agraria, yakni kesenjangan penguasaan tanah antara masyarakat, korporasi, dan negara; disharmoni perizinan serta ketidaksinkronan tata ruang; serta fragmentasi kewenangan antar lembaga.

‎Temuan ini, menurut Syauqi, menjadi dasar penyusunan rekomendasi strategis kepada pemerintah.

‎Dalam sidang paripurna, Syauqi menyampaikan tiga rekomendasi utama, yakni percepatan reforma agraria substantif melalui redistribusi tanah, legalisasi aset, dan audit izin bermasalah; integrasi kebijakan tata ruang dan perizinan berbasis data geospasial; serta pelibatan aktif masyarakat lokal.

‎“Koordinasi lintas sektor yang jelas dan partisipasi masyarakat adalah kunci mengakhiri konflik agraria dan ketidakpastian hukum,” (Waw)

Berita Terkait

Kejaksaan Agung Ganti Kajari Karo, Edmond Novvery Purba Resmi Menjabat
Tri Adhianto Dianugerahi Top Pembina BUMD 2026 dalam Ajang Nasional
Teuku Riefky Harsya: Sinergi Jadi Kunci Hilirisasi dan Komersialisasi IP Lokal
Koridor Gajah Sumatera Terancam, Jerat Listrik Picu Krisis
Polri Ungkap Jaringan Senjata Api Rakitan, Ki Bedil Jadi Tersangka Utama
Pramono Anung Dorong Kolaborasi Masyarakat Berantas Premanisme di Jakarta
OTT KPK di Tulungagung Ungkap Modus Pemerasan Sistematis terhadap ASN
RS UIN Jakarta Disiapkan Jadi Pusat Keunggulan Layanan dan Pendidikan Medis

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 08:59 WIB

Kejaksaan Agung Ganti Kajari Karo, Edmond Novvery Purba Resmi Menjabat

Selasa, 14 April 2026 - 08:12 WIB

Tri Adhianto Dianugerahi Top Pembina BUMD 2026 dalam Ajang Nasional

Senin, 13 April 2026 - 21:54 WIB

Teuku Riefky Harsya: Sinergi Jadi Kunci Hilirisasi dan Komersialisasi IP Lokal

Senin, 13 April 2026 - 15:03 WIB

Koridor Gajah Sumatera Terancam, Jerat Listrik Picu Krisis

Senin, 13 April 2026 - 11:24 WIB

Polri Ungkap Jaringan Senjata Api Rakitan, Ki Bedil Jadi Tersangka Utama

Berita Terbaru

Hartyo Murkomoyo alumni Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 1996, ia lebih dikenal sebagai “Mas Yoyok”. (ihd)

Pendidikan

Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Selasa, 14 Apr 2026 - 23:22 WIB

Jogja

Danrem Pamungkas Temui Ketua DPRD DIY Perkuat Sinergi

Selasa, 14 Apr 2026 - 16:19 WIB