Syahrul Aidi: Sekolah Rakyat Jadi Harapan Pemerataan Pendidikan dan Literasi Digital Anak Bangsa

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta — Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi terobosan besar dalam pemerataan pendidikan di Indonesia. Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPR RI, Dr. H. Syahrul Aidi Maazat, Lc, MA, saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Forum Diskusi Publik bertema “Sekolah Rakyat”, hasil kerja sama Kementerian Digital dan Teknologi (Kemendigi) dengan DPR RI, Jumat (7/11/2025).

Dalam paparannya, Syahrul Aidi menilai konsep Sekolah Rakyat akan membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan yang berkualitas tanpa terkecuali.

“Sekolah rakyat ini tentu harapan bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” kata Syahrul Aidi.

Ia menekankan, pendidikan tidak dapat dilepaskan dari faktor kesejahteraan dasar anak, termasuk pemenuhan gizi dan lingkungan belajar yang sehat.

“Sekolah rakyat ini juga seiring dengan kebutuhan gizi karena anak-anak ini tentu harus diperhatikan,” jelas legislator asal Dapil Riau II dari Fraksi PKS itu.

Menurut Syahrul, gagasan besar dari Sekolah Rakyat bukan hanya menciptakan akses merata terhadap pendidikan, tapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“Sekolah rakyat tentu memberikan dan meningkatkan kualitas pendidikan untuk anak-anak bangsa tanpa terkecuali. Tentu hal ini akan memberikan pemerataan dan keadilan untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS tersebut.

Lebih jauh, Syahrul juga menyoroti tantangan pendidikan di era digital. Ia menilai anak-anak saat ini hidup di tengah derasnya arus informasi, sehingga perlu dibekali dengan literasi digital yang kuat.

“Anak-anak yang tumbuh di zaman digital ini tentu harus dihadapkan, dipahamkan, dan diperkenalkan dengan baik. Agar tidak mendapat efek negatif. Mereka ini harus dia pahamkan dengan literasi digital agar tidak ada efek negatif dari internet atau media sosial,” jelasnya.

Syahrul menilai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence/Artifisial Intelijen), membawa dampak besar bagi dunia pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat.

“Salah satu yang luar biasa lagi itu adalah AI, ini luar biasa ya. Apalagi kita yang lahir di zaman belum ada kecanggihan teknologi seperti sekarang ini. Sekarang dengan AI ini memang luar biasa manfaatnya dan regenerasi ya,” kata Syahrul yang juga aktif mendorong literasi teknologi di daerah pemilihannya di Riau.

Oleh karena itu, ia mengajak para orang tua dan pendidik untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai peluang menciptakan generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.

“Ini harus kita jadikan momentum bagi orang tua untuk bisa memanfaatkan dan memberikan pemahaman kepada anak-anak agar bisa menciptakan generasi masa depan yang lebih baik,” ungkap alumnus Al-Azhar Kairo itu.

Menutup paparannya, Syahrul Aidi mengapresiasi langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menggagas program Sekolah Rakyat sebagai inovasi pendidikan nasional.

“Ini tentu program yang sangat baik dari Presiden Prabowo. Tentu kita akan mendukung hal ini dan kita ucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah memberikan inovasi pendidikan untuk bangsa ini,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Setelah 8 Tahun, Gloria Jessica dan Ade Govinda Tutup Penantian Lewat Album “Blue.”
Wamenaker Tegaskan Pelindungan Peserta Harus Jadi Prioritas Pemagangan Luar Negeri
Suyudi Ario Resmi Gantikan Sigit, Wahyu Hadiningrat Jabat Wakapolri
Menaker Dorong Perusahaan Buka Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas
Indonesia Sabet 9 Penghargaan di WorldSkills Competition Shanghai 2026
Angkat Kriya Berkelanjutan, Dekranasda Kota Bekasi Tampil di Kriyanusa 2026
Dari Lampung ke Kriyanusa 2026, Batin Wulan Pacu Kriya Lokal Tembus Pasar Global
Hadapi Perkembangan Teknologi, Teknisi Ponsel Perlu Tingkatkan Kompetensi

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Setelah 8 Tahun, Gloria Jessica dan Ade Govinda Tutup Penantian Lewat Album “Blue.”

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Wamenaker Tegaskan Pelindungan Peserta Harus Jadi Prioritas Pemagangan Luar Negeri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Suyudi Ario Resmi Gantikan Sigit, Wahyu Hadiningrat Jabat Wakapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Menaker Dorong Perusahaan Buka Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Selasa, 29 September 2026 - 15:26 WIB

Indonesia Sabet 9 Penghargaan di WorldSkills Competition Shanghai 2026

Berita Terbaru

Yogyakarta

Langgeng Purnomo Jadi Kapolda DIY, Gantikan Anggoro Sukartono

Minggu, 4 Okt 2026 - 12:29 WIB

Yogyakarta

Susanto Dorong Honor RT RW Bulanan, Naik dan Transportasi Rapat

Minggu, 4 Okt 2026 - 12:20 WIB